Al-Qassam belajar di Universitas Al-Azhar di Mesir dan kemudian menjadi pengkhotbah kebangkitan Islam di kota kelahirannya Jableh di Suriah selama tahun-tahun terakhir pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah. Setelah kembali, ia menjadi pendukung aktif perlawanan Libya terhadap pemerintahan Italia, mengumpulkan dana dan pejuang untuk membantu Libya dan menulis lagu untuk mereka. Dia kemudian akan memimpin kelompok pemberontaknya sendiri dalam aliansi dengan Ibrahim Hananu untuk berperang melawan pasukan Mandat Prancis di Suriah utara pada 1919-20.[4]
Menyusul kekalahan pemberontak, ia berimigrasi ke Palestina, di mana ia menjadi pejabat wakaf Muslim dan tumbuh pada nasib petani Arab Palestina. Pada 1930-an, ia membentuk kelompok pejuang lokal dan melancarkan serangan terhadap sasaran orang Britania dan Yahudi. Dia akhirnya terbunuh dalam perburuan menyusul dugaan perannya dalam pembunuhan seorang polisi Inggris. SejarawanIsrael, Tom Segev, memanggilnya 'the Arab Joseph Trumpeldor'. dan kem Kampanyeatiannya adalah faktor-faktor yang menyebabkan pemberontakan Arab di Palestina 1936-1939.[1]