Bangunan dengan struktur beton bertulang pertama di Arab Saudi
Istana Al-Hamra (bahasa Arab:القصر الحمراءcode: ar is deprecated , translit.al-Qaṣr al-Ḥamrāʾ), yang lebih dikenal sebagai Istana Merah (bahasa Arab:القصر الأحمرcode: ar is deprecated , translit.al-Qaṣr al-ʾĀḥmar), adalah istana bersejarah sekaligus landmark budaya yang terletak di kawasan Al-Futah, Riyadh, Arab Saudi. Istana ini dibangun pada tahun 1943 atas perintah Raja Abdulaziz ibn Saud sebagai hadiah untuk putranya sekaligus calon raja, Pangeran Saud bin Abdulaziz.[1] Sejak selesai pada tahun 1948 hingga kepindahannya ke Istana al-Nassiriyah pada tahun 1956, istana ini menjadi kediaman utama sekaligus tempat kerja Pangeran Saud. Bangunan ini merupakan struktur beton bertulang pertama dalam sejarah Arab Saudi, dengan tata letak dan desain yang meniru bangunan Residen Inggris bersejarah di Hyderabad, India.[2][3] Setelah hampir 17 tahun terbengkalai, istana ini dibuka untuk umum pada tahun 2019.[4][5][6] Sejak tahun 2022, kompleks istana tersebut dimiliki oleh Boutique Group, yang berencana mengubahnya menjadi hotel mewah.
Setelah pembangunan Istana al-Nassiriyah pada tahun 1956, Saud menyerahkan kompleks Istana Merah kepada Dewan Menteri Arab Saudi, yang kemudian berfungsi sebagai kantor utama mereka antara tahun 1956 hingga 1988, dan menjadi tempat penyambutan berbagai tamu asing serta kepala negara selama kunjungan resmi mereka ke negara tersebut pada periode itu.[1] Istana ini sempat digunakan sementara sebagai markas militer selama Perang Teluk 1990–1991, dan pada tahun 1999 menjadi bagian dari Pusat Sejarah Raja Abdulaziz.[7]
↑"Red Palace pulling crowds to Riyadh". Saudigazette (dalam bahasa English). 2019-03-23. Diakses tanggal 2023-09-24. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)