Israr Ahmad[a] (26 April 1932 – 14 April 2010) adalah seorang ulama, ahli pidato, dan teologIslam dari Pakistan. Ia memiliki pengikut di Pakistan dan seluruh Asia Selatan seperti India, Timur Tengah, Eropa Barat, hingga Amerika Utara.
Ia menulis sekitar 60 buku dalam bahasa Urdu tentang Islam dan Pakistan. Dua puluh sembilan bukunya telah diterjemahkan ke beberapa bahasa lain, termasuk bahasa Inggris, sampai tahun 2017. [3]
Pada tahun 1956 ia meninggalkan Jamaah-e-Islami, yang telah terlibat dalam politik elektoral lalu mendirikan Tanzim-e-Islami . [4][5] Seperti banyak aktivis atau revivalis Islam Sunni lainnya, ia mengajarkan bahwa ajaran Al-Qur'an,Sunnahdan hukum ilahi Syariah harus dilaksanakan di semua aspek kehidupan. Bahwa Khilafah harus dikembalikan sebagai negara Islam sejati kemudian nilai-nilai dan pengaruh Barat merupakan ancaman bagi Islam dan Pakistan. Ia juga berkeyakinan bahwa Pakistan bukan negara Arab, harus menjadi fondasi kekhalifahan baru, [5] dan bahwa pemerintahan demokratis tidak islami.
Ia mendapat penghargaan Sitara-i-Imtiaz, sebuah penghargaan sipil tertinggi ketiga di Pakistan pada tahun 1981. [6][7]
Usai lulus dari sekolah menengah setempat, Israr Ahmad pindah ke Lahore, Pakistan. Ia masuk Universitas Kedokteran King Edward pada 1950. [10] Ia mendapat gelar MBBS dari Universitas Kedokteran King Edward pada 1954 dan mulai membuka praktik kedokteran. Selain itu, ia memperoleh gelar master dalam bidang Studi Islam di Universitas Karachi pada 1965. [10]
Israr Ahmad bekerja sebentar untuk Federasi Mahasiswa Muslim dan Islami Jami`yat-e-Talaba dalam Gerakan Kemerdekaan usai pembentukan Pakistan pada 1947. Lalu pada 1950, ia bergabung dengan Jamaat-e-Islami yang dipimpin oleh Abul Ala Maududi . Ia meninggalkan partai ketika partai tersebut berpartisipasi dalam politik elektoral pada 1957. Ia berkeyakinan bahwa terlibat dalam politik nasional tidak dapat sejalan dengan metodologi revolusioner yang dianut Jama'at pada periode pra-1947. Ketertarikannya pada Islam dan filsafat semakin berkembang dan ia kemudian pindah ke Karachi pada tahun 1960-an hingga masuk Universitas Karachi untuk mempelajari Islam. [11]
Pengaruh
“Dalam konteks penafsiran dan pemahaman Al-Qur’an, Israr Ahmad adalah seorang penganut aliran tradisionalis aliran Mahmud Hasan Deobandi dan Shabbir Ahmad Usmani; tetapi ia menyampaikan ajaran Al-Qur’an dengan cara yang saintifik dan mencerahkan”. [12] Israr Ahmad meyakini "pemikiran revolusioner Islam" merupakan gagasan bahwa Islam; ajaran Al-Qur'an dan Sunnah – harus diterapkan pada kehidupan sosial, budaya, hukum, politik, dan ekonomi. Israr Ahmad disebut mengikuti pemikiran Muhammad Rafiuddin dan Muhammad Iqbal . Upaya pertama menuju aktualisasi konsep ini dinyatakan oleh Abul Kalam Azad lewat partainya yang berumur pendek, yakni Hizbullah. Upaya lain dilakukan oleh Abul Ala Maududi melalui partainya Jamaat-e-Islami. Walaupun Jamaat-e-Islami mencapai banyak pengikut, Israr Ahmad justru mengundurkan diri dari partai tersebut pada 1956 ketika pemilihan umum. Israr Ahmad meyakini "degenerasi dari partai revolusioner Islam murni menjadi partai politik belaka". [13]
Karier
Jamaat al-Islami
Sebagai anggota Jamaat-e-Islami (JI), Israr Ahmad menyatakan bahwa ia kecewa dengan peralihannya partainya. Ia meyakini kebijakan tersebut merupakan "kurangnya upaya untuk menciptakan kebangkitan Islam melalui proses revolusioner." Ia menganggap "terjunnya" Jamaat-e-Islami ke dalam "arena politik kekuasaan" sebagai "bencana." [14] Ia dan beberapa individu lainnya mengundurkan diri dari JI dan pada tahun 1956 lalu mendirikan Tanzeem-e-Islami [15]
Israr Ahmad berusaha menghidupkan kembali "filsafat abadi Islam dan pandangan dunia yang berpusat pada Al-Qur'an". Ia mengatakan tujuannya serta tujuan organisasinya untuk "mereformasi masyarakat dengan cara praktis dengan tujuan akhir mendirikan Negara Islam sejati, atau Sistem Khilafah ". [16][17]
Referensi
↑"Archived copy"(PDF). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 24 August 2014. Diakses tanggal 15 March 2013. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)