Ismed Yuzairi lahir pada tahun 1949 di kota Sawah Lunto, Sumatera Barat. Ayahnya Mayor (Anumerta) Zainuddin adalah pejuang kemerdekaan yang dijuluki Kapten Zainuddin Tembak.[2][3] Ayahnya meninggal saat Peristiwa Situjuh[4]PDRI ketika Ismed masih bayi sehingga Ismed menjadi yatim. Ibunya bernama Yuniar.[5] Ia menikah dengan seorang perempuan bernama Febrina.
Pendidikan dan karier
Ia menamatkan pendidikannya di Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1971. Sudah bermacam-macam tugas yang pernah dijalaninya sampai ia mencapai posisi perwira tinggi.[6]
Selepas menjabat Kas Kostrad (1997), dari tahun 1998 - 1999 ia ditugaskan menduduki posisi Pangdam I/Bukit Barisan yang bermarkas di Medan, Sumatera Utara, menggantikan pejabat sebelumnya, Mayjen TNI Tengku Rizal Nurdin. Pada tahun 1999, ia kemudian digantikan oleh Mayjen TNI Abdul Rahman Gaffar sebagai Pangdam berikutnya, sedangkan Ismed menempati posisi baru sebagai Komandan Pusat Teritorial TNI AD (Danpusterad) dari 1999 - 2000 dan pada tahun 2000 - 2002 dia dimutasi menjadi Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif). Jabatan terakhirnya adalah Inspektur Jenderal TNI AD.