Isaf (bahasa Arab: إساف /ʔi.saːf/) dan Nailah (bahasa Arab: نائلة /naː.ʔi.lah/) adalah dua berhala yang disembah sebagai dewa dan dewi di Arab pada masa pra-Islam. Isaf dan Nailah terutama disembah oleh SukuQuraisy. Suku lain yang menyembahnya yaitu suku Khuza'ah beserta orang-orang Arab lainnya.[1]
Asal-usul
Beberapa ulamamuslim berpendapat bahwa Amr bin Luhay, tetua suku Arab Khuza'ah, memperkenalkan penyembahan berhala di Makkah. Ia bertanggung jawab atas penyembahan Isaf dan Nailah. Amr bin Luhay membawa kedua berhala itu dari Balqa (sekarang merupakan Kegubernuran Balqa di Yordania). Ia menyeru orang-orang untuk menyembah Isaf dan Nailah serta membenarkan bahwa leluhur mereka telah menyembah keduanya. Qusaiy bin Kilab dari Suku Quraisy kemudian membawa kedua berhala tersebut ke sumurzamzam di dekat Ka'bah.[1][2]
Legenda
Terdapat berbagai legenda mengenai Isaf dan Nailah. Salah satunya menceritakan bahwa dahulu mereka adalah sepasang lelaki dan perempuan dari Suku Jurhum yang kemudian dikutuk menjadi batu setelah berzina di dalam Ka'bah. Ibnu Al-Kalbi meriwayatkan legenda tersebut dalam kitabnya yang berjudul 'Kitab Berhala' sebagai berikut:
Mereka berangkat untuk menunaikan ibadahhaji. Setibanya di Makkah, mereka memasuki Ka'bah. Memanfaatkan ketiadaan orang lain dan privasi Rumah Suci, Isaf berzina dengan pasangannya di tempat suci itu. Setelah itu, mereka berubah menjadi batu, menjadi dua miskh.
Menurut Al-Azraqi, sejarawan lokal Makkah, kejadian itu terjadi pada masa pemerintahan Suku Jurhum di Makkah. Kedua batu itu dipindahkan dari Ka'bah lalu diletakkan di bukitShafa dan Marwah untuk memperingatkan orang-orang. Seiring waktu, batu-batu itu disembah sebagai berhala.[2]
Penyembahan
Disebutkan bahwa Isaf dan Nailah merupakan berhala yang sangat penting bagi Suku Quraisy. Mereka menyembah Isaf dan Nailah setelah menunaikan ibadah haji. Terdapat pula di antara mereka yang menyembah Isaf dan Nailah saat melaksanakan sai dengan mengusapnya.[3][4] Isaf dan Nailah disembah pada masa sebelum kedatangan berhala Hubal. Terdapat kemungkinan bahwa Isaf dan Nailah membentuk tritunggalpagan bersama Hubal.
Suku Quraisy melakukan pengurbanan hewan dengan talbiah yang secara khusus ditujukan kepada Isaf. Isaf dan Nailah diperlakukan dengan dikenakan pakaian sebagaimana manusia. Orang-orang mengganti pakaiannya dengan yang baru jika pakaian mereka rusak.[1][2]
Aziz Al-Azmeh meyakini bahwa Isaf dan Nailah mungkin merupakan dewa-dewi asli Suku Quraisy, yang mereka bawa dari wilayah kekuasaan mereka sebelumnya ke Makkah dan disembah terus-menerus bersama dewa-dewa penguasa Makkah, termasuk Uzza.[2]