Iridium-192 (192Ir) adalah isotop iridium yang radioaktif dengan waktu paruh 73,82hari. Isotop ini meluruh dengan memancarkan partikel beta (β) dan radiasi gama (γ). Sebanyak 95,24% peluruhan 192Ir terjadi melalui peluruhan β−, menghasilkan 192Pt; sedangkan 4,76% sisanya terjadi melalui penangkapan elektron menjadi 192Os. Kedua jalur peluruhan tersebut disertai dengan emisi radiasi gama. 192Ir umumnya diproduksi melalui aktivasi neutron pada logam iridium dengan kelimpahan isotop alami.[3]192Ir merupakan pemancar sinar gama yang sangat kuat, dengan konstanta laju dosis gama sebesar 1,54 μSv·h−1·MBq−1 pada jarak 30cm, serta aktivitas spesifik sebesar 341 TBq·g−1 (9,22 kCi·g−1).[4][5] Pada peluruhan beta-minusnya, terdapat tujuh sinar gama utama yang dihasilkan, dengan energi berkisar antara 296,0 hingga 612,5keV. Sementara itu, pada peluruhan melalui penangkapan elektron, dihasilkan dua sinar gama dengan energi 205,8 keV dan 484,6keV.[6]192Ir banyak digunakan sebagai sumber sinar gama dalam radiografi industri untuk mendeteksi cacat atau kerusakan pada komponen logam.[7] Selain itu, isotop ini juga digunakan sebagai sumber radiasi dalam radioterapi, khususnya pada brakiterapi. 192Ir juga merupakan isotop yang paling sering tercatat oleh Komisi Pengaturan Nuklir AS dalam kasus hilangnya bahan radioaktif dengan jumlah yang cukup besar sehingga berpotensi digunakan untuk membuat bom kotor.[8]
Isomer metastabil192m2Ir merupakan isomer iridium yang paling stabil. Isomer ini meluruh hanya melalui transisi isomerik menuju keadaan dasarnya, dengan waktu paruh 241tahun.[1] Hal ini tergolong cukup tidak biasa karena waktu paruhnya yang sangat panjang, bahkan jauh melebihi waktu paruh keadaan dasar isotop tersebut.
↑Wang, Meng; Huang, W.J.; Kondev, F.G.; Audi, G.; Naimi, S. (2021). "The AME 2020 atomic mass evaluation (II). Tables, graphs and references*". Chinese Physics C. 45 (3): 030003. doi:10.1088/1674-1137/abddaf.