Laporan menyatakan bahwa anggota awak kabin melaporkan "kesalahan teknis" dengan pesawat setelah lepas landas. Dalam 10 menit awak melaporkan kehilangan tekanan kabin. Ketika mereka berusaha mendarat darurat, pesawat jatuh sekitar dari landasan bandara dan terbakar.[2]Angkatan Udara Amerika Serikat mengirim peralatan bantuan dan awak dari pangkalannya di bandara untuk membantu pemerintah dalam insiden tersebut.[2][1]
Korban
Terdapat 83 penumpang dalam pesawat, di antaranya 68 tewas. Setidaknya 22 orang dilaporkan selamat, termasuk ketujuh awak kabin.[3] Dari korban tersebut juga terdapat sepuluh anggota tim voli SMA Bishkek.[3]
Boeing 737-219 Advanced dengan registrasi EX-009 dimiliki oleh Itek Air dari Kirgizstan. Pesawat pertama terbang tanggal 16 Juni1980 dan dikirim pada 1 Juli pada tahun yang sama kepada Air New Zealand. Tahun 1995, pesawat berpindah tangan ke COPA Airlines, dan tahun 2003 pada Phoenix Aviation. Tahun 2005, Phoenix Aviation berganti merek menjadi AVE.com, dan bulan April 2006, pesawat diberikan pada Itek Air.[4]
Itek Air, bersama dengan seluruh maskapai penerbangan yang disertifikasi pihak berwenang dengan pertanggungjawaban untuk pengamatan regulasi atas Kyrgyzstan, masuk dalam daftar maskapai penerbangan yang dilarangUni Eropa karena masalah keselamatan dan tidak diperbolehkan terbang di atas teritori UE. Bulan Mei 2008, EX-009 berhasil melewati inspeksi teknis secara penuh.[5]