Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa bahasa indonesia. (Maret 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
Intertrigo yang dibiarkan tanpa penanganan, kondisi tersebut akan cepat memburuk, menyebabkan kulit pecah-pecah, berdarah, mengeluarkan cairan, mengeras, atau bersisik. Pada kasus infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, atau ragi, intertrigo bisa semakin meradang dan menimbulkan bau tidak sedap. Beberapa faktor juga dapat memengaruhi timbulnya intertrigo. Kondisi ini sering muncul pada bagian tubuh yang memiliki lipatan kulit dengan suhu yang cenderung tinggi. Tubuh yang lembap dan berkeringat, yang tidak dapat menguap karena adanya penyumbatan (oklusi), juga menjadi penyebabnya. Gesekan yang terjadi pada lipatan kulit dapat memperburuk kondisi intertrigo. Selain itu, lingkungan yang panas dan lembap dapat meningkatkan risiko timbulnya intertrigo. Kondisi ini juga lebih rentan dialami oleh orang dengan riwayat diabetes, perokok, atau peminum alkohol, serta mereka yang terinfeksi mikroorganisme seperti corynebacterium, bakteri, dan ragi yang tinggal di lipatan kulit. Intertrigo cenderung lebih sering dialami oleh orang yang obesitas, bayi (karena leher yang masih pendek dan kulit berlipat), penderita inkontinensiaurine dan feses, hiperhidrosis, diabetes, serta mereka yang memiliki kebersihan buruk atau malnutrisi.[2]