Bagi para musisi Indonesia, acara ini merupakan sebuah penghargaan yang berkualitas. Seperti pendapat Arman Maulana, dia menjelaskan kepada majalah Rolling Stone Indonesia sebagai berikut:
Entah kenapa teman lama saya, Wishnutama, punya ide bahwa ultah NET. (sebagian besar) dijadikan ajang penghargaan musik Indonesia. Bagi saya, ini ide yang nyeleneh dan brilian. Kita tahu biasanya hampir seluruh acara ultah stasiun televisi diisi dengan penampilan musisi sampai durasi empat jam, bahkan ada yang sampai enam jam nonstop! Pada akhirnya, acara seperti itu jadi jadi mubazir untuk saya, padahal sebenarnya bagus.
Di sini, saya bukan hendak menyorot ultah NET. yang spektakuler dan keren, yang (jujur) memang pada kenyataannya keren! Tapi saya lebih memperhatikan ajang penghargaannya. Kenapa? Karena akhirnya saya merasa ada cikal bakal penghargaan yang sudah hilang di musik Indonesia. Penghargaan yang menyatukan musisi major dan indie di dalam satu kategori bersama yang dipilih oleh massa musik Indonesia melalui media social, surat elektronik atau situs dengan cara one account one vote. Sebelumnya, daftar nominasi ini disusun oleh tim komite yang berdiri netral.
Dari proses ini akhirnya keluarlah nominasi mencengangkan dan membanggakan karena memang nominasi yang ada di situ diisi oleh musisi dengan karya album atau single yang bagus, dilihat secara teknis, penciptaan, komposisi, aransemen dan sebagainya. Ada Maliq & D’Essentials, Tulus, Superman Is Dead, Neonomora, Endah N’ Rhesa, Navicula, bersatu dengan Afgan, Marcel, Raisa, Nidji dan banyak lagi.
Sumpah, saya bangga dan sangat mendukung penghargaan ini karena bagi saya, acara seperti ini yang akhirnya akan bisa mengembalikan kepercayaan para musisi Indonesia. Musisi akan merasa ada sebuah penghargaan yang patut dibanggakan atau dikejar, yang akhirnya akan mengangkat kembali vibe kompetitif positif di musik Indonesia. Musisi merasa dihargai.[4]
Selain itu Marcell juga memberikan tanggapan positif terhadap penghargaan ini. Seperti yang ia katakan di situs Jawa Pos: