Pesta Olahraga Asia Tenggara 1977 (Dahulu dikenal dengan nama Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara) diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada dari 19 Desember hingga 26 Desember 1977. Brunei, Indonesia, dan Filipina akhirnya membuat keputusan untuk bergabung dengan Federasi SEAP pada bulan Februari tahun 1977. Walaupun kata Semenanjung telah dihapus tetapi Logo untuk federasi yang berbetuk enam cincin melingkar (melambangkan jumlah negara peserta awal) tetap dipertahankan hingga diubah pada tahun 1999 dengan penambahan cincin baru berjumlah 10 cincin yang melambangkan jumlah seluruh peserta saat itu.
Di edisi perdana keikutsertaan Indonesia ini langsung menyabet gelar juara umum diikuti oleh Thailand di peringkat 2 dan Filipina di peringkat 3. Indonesia membawa pulang total 137 medali. Sebanyak 62 di antaranya adalah medali emas, 41 medali perak dan 37 medali perunggu. Atlet Indonesia mampu merajai beberapa cabang olahraga dan berhasil menyumbangkan medali emas, diantaranya pada cabang olahraga akuatik, bulu tangkis, tinju, panahan, tenis, tenis meja, dan balap sepeda.[1]
Di cabang olahraga akuatik (renang, loncat indah, dan polo air), 22 medali emas disabet atlet Indonesia. Kemudian dari cabang tinju, dari 11 petinju yang diturunkan pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 1977, atlet Indonesia mampu memboyong 5 medali emas. Medali emas tersebut diraih dari petinju Johny Riberu, Syamsul Anwar Harahap, Wiem Gommies, Benny Maniani, dan Krismanto Soembaga.[1]
Dominasi Indonesia paling terasa pada cabang bulu tangkis, tenis, dan tenis meja. Prestasi Indonesia di cabang bulu tangkis memang sudah mendunia, tim bulu tangkis Indonesia hanya kehilangan satu medali emas tunggal putri yang diraih atlet tuan rumah Sylvia Ng. Tim bulutangkis Indonesia mampu mempersembahkan 6 emas, 2 perak, 1 perunggu.[1]
Pada cabang panahan ada atlet legenda Indonesia yang kerap disebut Robin Hood Indonesia, yaitu Donald Pandiangan dan ada Suminar Rachmat, cabang panahan menjadi juara umum. Kemudian di cabang menembak, petembak Lely Sampurno mampu bersaing dengan petembak Thailand. Pada cabang tenis lapangan ada petenis putra Atet Wijono, Yustedjo Tarik, dan Hadiman, pada tenis putri ada Yolanda Soemarno, dan Lita Soegiarto.[1]
Di cabang tenis meja Indonesia mengandalkan atlet seperti Empie Wuisan, Faisal Rachman, dan Carla Tedjasukmana. Di cabang judo, atlet Indonesia yang diperkuat Prakarsa bersaudara, Raymond Rochili, dan lainnya mampu menyumbangkan medali emas.[1]
Cabang lain yang patut mendapat acungan jempol tim balap sepeda Indonesia yang berhasil membawa pulang tiga medali yang diraih Sutiyono (100km Team Time Trial, 4.000 m Individual Pursuit, dan 4.000 m Time Trial). Saat itu atlet balap sepeda Sutiyono dijuluki “raja tanjakan.” Satu medali emas pun lepas dari cabang balap sepeda dari nomor beregu jalan raya 186km setelah Sutiyono diserang demam selepas mengikuti pertandingan yang disiram hujan di stadion atletik Kelang.[1]
12"All the Results". eresources.nlb.gov.sg (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-05-31.
12"All the Results". eresources.nlb.gov.sg (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-05-31.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.