~ 0,15% inflasi bulanan setara dengan target inflasi tahunan 2%
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau lebih dikenal dengan Indeks harga PCE (Inggris: PCE price index), juga disebut sebagai deflator PCE, deflator harga PCE, atau Deflator Harga Implisit untuk Pengeluaran Konsumsi Pribadi oleh Bureau of Economic Analysis (BEA), serta sebagai Indeks Harga Rantai untuk Pengeluaran Konsumsi Pribadi oleh Federal Open Market Committee (FOMC), adalah indikator nasional Amerika Serikat yang mengukur rata-rata kenaikan harga atas seluruh konsumsi pribadi domestik. Indeks ini saat ini menggunakan dasar tahun 2017, sesuai dengan sistem Akun Nasional Amerika Serikat. Dengan memanfaatkan berbagai sumber data, termasuk Indeks harga konsumen Amerika Serikat (CPI) dan Indeks harga produsen (PPI), indeks ini diturunkan dari komponen terbesar PDB dalam Akun Pendapatan dan Produk Nasional BEA, yaitu pengeluaran konsumsi pribadi. Data PCE diterbitkan setiap bulan oleh Bureau of Economic Analysis (BEA) sebagai bagian dari Akun Pendapatan dan Produk Nasional (NIPA).
Pengeluaran konsumsi pribadi (Inggris: personal consumption expenditure atau disingkat PCE) adalah ukuran statistik komponen konsumsi dalam PDB yang dikumpulkan oleh Bureau of Economic Analysis (BEA) Amerika Serikat. Ukuran ini mencakup pengeluaran aktual maupun imputasi dari rumah tangga dan meliputi data terkait barang tahan lama maupun tidak tahan lama serta jasa. Pada dasarnya, PCE merupakan ukuran atas barang dan jasa yang ditujukan bagi individu dan dikonsumsi oleh individu.[1]
Ukuran yang lebih stabil dari indeks harga PCE adalah PCE inti (CPCE), yang mengecualikan harga makanan musiman dan energi yang lebih fluktuatif (misalnya minyak, gas alam, dan listrik). PCE telah dicatat sejak Januari 1959 dan cenderung menunjukkan angka inflasi yang lebih rendah dibandingkan CPI. Hal ini mungkin disebabkan oleh CPI yang tidak memperhitungkan efek substitusi. Sebagai alternatif, sebuah laporan tidak dipublikasikan dari Bureau of Labor Statistics menyebutkan bahwa sebagian besar perbedaan tersebut berasal dari cara perhitungan biaya rumah sakit dan tarif penerbangan.[2]
Jika dibandingkan dengan indeks harga konsumen Amerika Serikat (CPI) utama, yang menggunakan satu set bobot pengeluaran untuk satu tahun (sejak 2023),[4] indeks ini menggunakan Indeks Harga Fisher, yang memakai data pengeluaran hanya dari periode berjalan dan periode sebelumnya. Selain itu, PCEPI menggunakan indeks berantai yang membandingkan harga kuartal tertentu dengan kuartal sebelumnya, bukan dengan basis tetap. Metode indeks harga ini mengasumsikan bahwa konsumen telah menyesuaikan diri terhadap perubahan harga relatif. Artinya, mereka telah melakukan substitusi dari barang yang harganya naik ke barang yang harganya stabil atau menurun.
Perbedaan antara kedua indeks ini dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori: efek formula, efek bobot, efek cakupan, dan "efek lainnya".