Incubus adalah iblis pria yang digambarkan dalam berbagai cerita rakyat muncul di dalam mimpi perempuan dengan tujuan merayu mereka. Interaksi yang berulang antara incubus dan seorang perempuan akan berujung pada aktivitas seksual, pembentukan ikatan di antara mereka, dan pada akhirnya persetubuhan, karena ia membutuhkan cairan ejakulasi vagina untuk bertahan hidup. Pembentukan dan kelestarian hubungan semacam itu memungkinkan lahirnya anak hibrida yang dikenal sebagai kambion, tetapi dengan mengorbankan sang perempuan, yang kesehatan mental dan fisiknya akan memburuk dengan cepat, hingga akhirnya berujung pada kematiannya jika incubus tersebut terus-menerus merayunya untuk jangka waktu yang lama.
Dalam penggambaran modern, incubus sering kali ditampilkan sebagai pria tampan yang penggoda atau menawan, alih-alih sebagai sosok iblis atau menakutkan, untuk menarik perhatian manusia dan bukannya membuat mereka merasa jijik. Padanan perempuan dari incubus adalah succubus. Secara historis, kepercayaan cerita rakyat pada incubus didorong oleh fenomena malam hari yang meresahkan, terutama mimpi basah dan kelumpuhan tidur.[1]
Di Eropa abad pertengahan, penyatuan incubus atau succubus dengan manusia diyakini oleh sebagian orang akan menghasilkan kelahiran makhluk setengah iblis dan setengah manusia. Penyihir legendaris Merlin konon diperanakkan oleh seorang incubus. Walter Stephens menulis dalam bukunya yang berjudul Demon Lovers bahwa beberapa tradisi meyakini bahwa aktivitas seksual yang berulang dengan incubus atau succubus dapat mengakibatkan pemburukan kesehatan, gangguan kondisi mental, atau bahkan kematian.[2]