Ihutilinanga adalah salah satu masakan khas masyarakat Gorontalo, yang berbahan dasar terong ungu dan telur ayam. Hidangan ini pada dasarnya adalah terong yang diiris memanjang dan digoreng, ditambahkan siraman tumisan bumbu dan santan yang dicampur dengan telur kocok atau telur orak-arik. Kelezatan hidangan ini berasal dari kualitas terung pilihan yang baik, sehingga hidangan akan terasa pulen dan tidak terlalu layu.[1][2]
Kandungan nutrisi
Ihutilinanga adalah hidangan bergizi yang memadukan manfaat dari kedua bahan utamanya, yaitu terong ungu dan telur ayam. Telur kaya akan protein, lemak, serta berbagai vitamin (A, D, B12) dan mineral (zat besi, seng).[3] Sementara itu, terong menyumbangkan serat, vitamin (A, C, K), dan mineral seperti kalium, kalsium, zat besi, serta magnesium.[4] Dalam setiap 100 gram, telur orak-arik mengandung sekitar 143 kalori, 9.5 gram lemak, 0.7 gram karbohidrat, dan 12.6 gram protein.[5] Terong per 100 gram memiliki 25 kalori, 5.88 gram karbohidrat, 0.98 gram protein, dan 3 gram serat.[6] Kombinasi keduanya menghasilkan hidangan yang mengenyangkan, dengan perkiraan 150-200 kalori per porsi sedang, 10-15 gram protein, 7-10 gram lemak, 3-5 gram karbohidrat, dan 2-4 gram serat, menjadikannya pilihan yang baik untuk kesehatan.[3][4][5][6]
Bahan-bahan
Bahan yang diperlukan untuk membuat Ihutilinanga sebagai hidangan khas masyarakat Gorontalo ini, sebenarnya cukup sederhana. Namun, ia diolah dengan tepat sehingga kaya akan rasa. Untuk menyiapkan masakan ini, dibutuhkan buah terong yang dipotong sesuai selera, memberikan tekstur utama pada hidangan. Bumbu yang dipakai meliputi bawang merah yang diiris tipis, cabai merah yang dipotong serong untuk sentuhan pedas, dan serta buah tomat yang dipotong sesuai selera demi kesegaran. Apabila diperlukan maka dapat pula ditambahkan cabai merah giling atau cabai bubuk untuk memperkaya cita rasa pedasnya. Bumbu-bumbu tersebut nantinya akan ditambahkan kepada beberapa butir telur ayam yang sudah dikocok lepas, serta kemudian diberi santan kental dengan takaran yang cukup untuk menghasilkan kekentalan yang diinginkan, serta garam secukupnya untuk menyempurnakan rasa.[1]
Cara memasak
Proses pembuatan ihutilinanga dimulai dengan menggoreng terong hingga setengah matang atau sedikit lebih matang sesuai keinginan, lalu angkat dan sisihkan. Selanjutnya, bumbu yang sudah disiapkan ditumis, yaitu bawang merah, cabai merah, dan tomat, hingga menjadi layu dan mengeluarkan aroma harum. Setelah itu, masukkan cabai merah giling ke dalam tumisan. Kemudian, tuang kocokan telur ke dalam wajan dan aduk secara acak hingga menjadi orak-arik. Tahap selanjutnya adalah menambahkan santan dan terus mengaduknya perlahan dengan api kecil hingga kuah santan berbumbu ini matang dan mengental. Terakhir, tuang tumisan telur bersantan ini di atas terong goreng yang sudah disiapkan sebelumnya. Hidangan ihutilinanga pun siap untuk disajikan selagi hangat.[1]