Bupati Brebes
Sebagai calon Bupati, Priyanti diusung oleh PDI-P pada pemilihan bupati periode tersebut. Priyanti menggantikan Agung Widiyantoro, pejabat sebelumnya (Mei 2011–3 Desember 2012) yang dilantik berdasarkan penunjukkan oleh Gubernur Jawa Tengah sebagai pelaksana tugas Bupati, karena Bupati Brebes yang sedang menjabat Indra Kusuma dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait skandal pembelian tanah. Pada saat hal ini terjadi Priyanti terpilih sebagai Wakil Bupati (Wabup) Brebes sisa masa jabatan periode 2007–2012, dalam rapat Paripurna DPRD Brebes pada 25 Agustus 2011.[4]
Pada saat kampanye, pasangan calon Priyanti–Narjo disebut "Ijo", dan Priyanti aktif menjabat sebagai Wakil Bupati, melawan Bupati petahana Agung Widyantoro–Athoillah yang disingkat "Taat" [5] Pada saat kampanye pasangan "Ijo" berkeliling menggunakan mobil bak terbuka dan memacetkan jalan Pantura, sehingga polisi lalu lintas pun kewalahan.[6] Pasangan "Ijo" meraih 452.120 suara atau 51,85% dalam penghitungan manual KPU setempat, seperti yang dinyatakan oleh Ketua KPU Brebes, Masykuri, dalam rapat pleno penetapan pasangan calon terpilih mengenai hasil rekapitulasi perolehan suara secara manual.[5] Sementara pasangan "Taat" hanya mengantongi 419.912 suara atau 48,15 persen.[5] Dari rekapitulasi manual itu diketahui juga jumlah suara tidak sah sebanyak 21.455 suara atau 2,4 persen.
Priyanti dilantik bersama pasangannya, Narjo sebagai Wakil Bupati Brebes pada 4 Desember 2012 oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.[7] Pasangan "Ijo" berhasil unggul di 10 Kecamatan dari 17 kecamatan di Brebes. Mereka unggul di Kecamatan Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung, Kersana, Losari, Banjarharjo, Songgom, Larangan, dan Ketanggungan. Pasangan "Taat" unggul di tujuh kecamatan lain.[5] Pada Pilkada Brebes 2017, pasangan ini terpilih kembali untuk periode kedua.[8]
Pada saat menjabat sebagai bupati, Priyanti memberikan gajinya pada Taripah bin Darsa, wanita warga Brebes yang makan nasi aking selama lima bulan setelah ditinggal mati suaminya dan rumahnya terbakar.[9] Sebelumnya warga juga mengumpulkan bantuan untuk Taripah dan telah mengusulkan pada pemerintah agar Taripah diberi bantuan, tetapi belum direspons.[9]
Selama masa kepemimpinannya, cukup banyak hasil pembangunan yang dicapai, meskipun tidak sedikit PR yang belum selesai. Beberapa capaian prestasi di antaranya terbangunnya beberapa infrastruktur kantor yaitu Kantor Pemerintah Terpadu, RSUD Ir. Soekarno, Rehab RSUD Brebes dan beberapa capaian lainnya, tetapi demikian beberapa hal yang masih menjadi permasalahan adalah IPM yang masih rendah jalan yang rusak, dan angka kemiskinan yang cukup tinggi. Ia menjabat pada periode 2012–2017 dan terpilih kembali untuk periode 2017–2022.[7]