Abdullah bin Muhammad bin Ubaid bin Sufyan bin Qais al-Qurasyiy al-Umawi (208-281 H/821-894 M) adalah ulama Ahlussunnah yang lahir di Baghdad, Kekhalifahan Umayyah.
Ibnu Majah merawikan dia dalam kitab "Tafsir"-nya.
dll.
Tanggapan ulama
Ibnu Abu Hatim menilainya shaduq, dan dia turut menulis hadits bersama ayahnya, Abu Hatim dari Ibnu Abid-Dunya.[1] Adapun al-Khathib mengatakan bahwa dia seorang yang beradab, masih mempunyai trah dari bani Umayyah.[2] Ibnu Adi berpendapat dia memang seorang beradab. Sumber lain mengatakan bahwa "manakala ada orang duduk di sisinya, dia mampu membuat orang lain tertawa [dengan menceritakan hadits dan atsar yang dia tahun] atau bahkan kalau bisa, dia bisa membuat orang tersebut menangis.
Karangan
adz-Dzahabi[3] menyebut bahwa karyanya sangat banyak. Mencapai ratusan. Berikut akan disebutkan sedikit:
ash-Shabr
az-Zuhd
Qushira al-Amal
Fadha'il ar-Ramadhan
Mawa'izh al-Khulafa' (masih dalam bentuk manuskrip)
'Idain (masih dalam bentuk manuskrip)
al-'Uzlah
al-Qubur
Muhasabatun-Nafs
dsb.
Meninggal
Al-Qadhi Abu Hasan mendatangi Ishaq bin Ibrahim al-Qadhi tatkala meninggalnya Ibnu Abid-Dunya, seraya berkata, "Semoga Allah Memuliakan dia. [Tatkala dia meninggal,] telah turut pula terkubur perbendaharaan ilmu yang sangat banyak." Jenazahnya dishalati Yusuf bin Ya'qub di asy-Syauniziyyah.[4] Ibnu Katsir menyebutkan bahwa dia meninggal di Baghdad pada tahun 281 H pada bulan Jumadil Ula. Dia dishalati oleh salah seorang muridnya, dan dikuburkan di Syauniziyyah, di sisi kota Baghdad.[5]