Pengguna membuat permohonan melalui Twitter dengan mengetwit judul artikel, DOI atau informasi-informasi lain seperti tautan dari penerbit,[5] alamat surel pemohon, dan tagar "#ICanHazPDF". Seseorang yang memiliki akses ke artikel tersebut akan mengirimkannya kepada pemohon. Pemohon kemudian menghapus twitnya.[6] Selain itu, pemohon yang tidak mau memberitahukan alamat surelnya ke publik bisa mengirimkannya lewat pesan pribadi kepada mereka yang menawarkan pertolongan untuk mendapatkan artikel tersebut.
Penggunaan dan popularitas
Praktik ini merupakan pelanggaran hak cipta di banyak negara,[6] dan bisa dibilang bagian dari tren 'black open access'.[7] Dalam sebuah laporan penelitian pada tahun 2015, kebanyakan permohonan adalah artikel yang diterbitkan pada tahun 2009–2014 daripada terbitan tahun 1921–2008, dan kebanyakan pemohon adalah dari negara yang bertutur dalam bahasa Inggris.[1] Permohonan untuk artikel biologi merupakan permohonan paling umum daripada permohonan artikel di bidang lain, walaupun harga langganan untuk artikel ilmiah yang bersubjek kimia, fisika, dan astronomi lebih mahal dibandingkan dengan biologi.[1] Pengguna menggunakan tagar ini kemungkinan disebabkan keengganan pengguna membayar untuk mendapatkan artikel dan proses yang cepat dibandingkan dengan permohonan melalui silang layan (interlibrary loan).[1]
↑Dunn, Adam, G.; Coiera, Enrico; Mandl, Kenneth D. (2014). "Is Biblioleaks Inevitable?". Journal of Medical Internet Research. 16 (4): e112. doi:10.2196/jmir.3331. PMC4019771. PMID24755534. Diakses tanggal 22 October 2015. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)