Sejarah
I-4, dideklarasikan sebagai salah satu hasil dari Simposium Internasional PPI dunia di Den Haag pada tanggal 3 – 5 Juli 2009. Organisasi ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal penegasan kembali pentingnya jaringan internasional yang menghubungkan putra-putri terbaik bangsa, yang sedang berdomisili di luar negeri. Kelahiran I-4 ini mendapat sambutan dan dukungan sangat positif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (waktu itu Depdiknas) melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Beberapa bulan setelah dideklarasikan, pada bulan Oktober 2009, I-4 diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu, Bapak M. Nuh, di Jakarta.[2]
Menjabat sebagai ketua periode I, tahun 2009 – 2011 adalah Bapak Dr. Nasir Tamara dan sebagai Sekretaris Jenderal adalah Achmad Adhitya. Setelah melakukan banyak sosialiasi di berbagai negara (Amerika, Eropa, Afrika/Timur Tengah, Australia dan Asia) dan juga di univeristas-universitas di Indonesia, pada tahun 2010, I-4 telah berhasil mengumpulkan ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang tersebar di seluruh dunia dalam Simposium Internasional 2010 di Jakarta. Dalam acara ini juga dibentuk klaster-klaster keilmuwan dalam sebelas bidang, yaitu:[2]
- Humaniora dan Ilmu Kemanusiaan
- Ilmu Sosial
- Pendidikan
- Percepatan Pembangunan Ekonomi
- Elektronika dan Informatika
- Energi
- Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
- Kedokteran dan Bioteknologi
- Perencanaan Tata Kota Wilayah dan Lingkungan
- Rekayasa Industri Robotik dan
- Teknologi dan Ketahanan Pangan
Pada kelanjutannya, I-4 telah banyak mengadakan acara pertemuan ilmuwan di berbagai belahan dunia.
Pada periode berikutnya, yaitu pada kurun waktu 2011 – 2013, I-4 diketuai oleh Dr. Andreas Raharso. Pada periode tersebut, I-4 mengadakan beberapa acara di Amerika Serikat, termasuk berpartisipasi dalam Kongres Diaspora pertama di Los Angeles, dan Asia khususnya Indonesia. I-4 juga bekerja sama dengan perwakilan RI di Eropa, seperti di Wina (Simposium Ketahanan Bumi I di Wina, 2012) dan di Berlin (Simposium Ketahanan Bumi II, 2013). I-4 juga telah menyelenggarakan Kuliah Umum di berbagai kota dengan menghadirkan tokoh-tokoh Indonesia, Kuliah Online dan I-4 talks.[2]
Dalam perjalanan I-4 sejak tahun 2009, ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang tersebar di dunia mulai dikenal banyak orang baik melalui surat kabar, harian daring bahkan media televisi. Hal ini diharapkan menumbuhkan rasa kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang mampu bersaing dengan ilmuwan negara lainnya.[2]
Periode ini, I-4 diketuai oleh Dr. rer. nat. Johny Setiawan.
Periode ini, I-4 diketuai oleh Prof. Deden Rukmana. Pada periode ini, I-4 mulai dilibatkan dalam Simposium Cendekiawan Kelas Dunia (SCKD) bersama-sama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI).
Ketua I-4 untuk periode 2020-2022 adalah Dr. Eng. Muhammad Aziz (University of Tokyo, Jepang) bersama dengan Dr. Sastia Prama Putri (Osaka University, Jepang) sebagai Sekretaris Jenderal dan Dr. Riskina Juwita (Tokyo University of Agriculture, Jepang) sebagai Bendahara. Untuk periode ini, Sekretaris Jenderal dan juga Bendahara dipilih melalui pemilihan terbuka.
Ketua I-4 untuk periode 2022-2024 adalah Dr. Sastia Prama Putri (Osaka University, Jepang) bersama dengan Dr. Riskina Juwita (Tokyo University of Agriculture, Jepang) sebagai Sekretaris Jenderal dan Dr. Januar Widakdo (National Taiwan University of Science and Technology, Taiwan) sebagai Bendahara. Untuk periode ini, Sekretaris Jenderal dan juga Bendahara dipilih melalui pemilihan terbuka.
Tahun 2022 Klaster Keilmuan bertambah menjadi 14 yaitu:
1. Material Science and Engineering
2. Fisika dan Matematika
3. Kemaritiman
4. Biologi, Kimia, dan Farmasi
5. Pangan dan Pertanian
6. Kedokteran dan Teknologi Biomedis
7. Energi, Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan
8. Geografi, Transportasi, dan Infrastruktur
9. Telekomunikasi, Robotics, IT, AI, Big Data
10. Nanoteknologi, Sensor dan Elektronika
11. Kebencanaan dan Iklim
12. Sosial Humaniora
13. Hukum, Kebijakan Publik, dan Politik
14. Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen