Kawasan mangrove ini berperan penting dalam menyediakan habitat untuk hewan-hewan laut serta darat, dan mempertahankan bentuk pesisir.
Flora
Terdapat lebih banyak spesies tumbuhan disini daripada kebanyakan hutan mangrove di dunia, dengan lima jenis tumbuhan mangrove yang mendominasi bagian-bagian di kawasan ini, sebagai berikut: spesies Avicennia dan Sonneratia di pesisir yang mana air disana menjadi yang paling asin di kawasan ini, dan terkena dampak terbesar pasang-surut; Rhizophora dan Bruguiera di daerah berawa dibelakang area sebelumnya; dan Nypa fruticans di sungai-sungai air tawar yang lebih berada di pedalaman.[2]
Mamalia di hutan ini mencakup bekantan (Nasalis larvatus), yang endemik di hutan-hutan mangrove di Kalimantan serta dataran-dataran rendah disekitarnya, tetapi tidak dapat ditemukan di Sumatera.[2]