Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri
Status
Buka sepanjang tahun
Hutan Kota Joyoboyo, yang sebagian areanya diperuntukkan sebagai Taman Hutan Joyoboyo adalah ruang terbuka hijau (RTH) yang terletak di Kota Kediri, Jawa Timur. Luas lahannya mencapai sekitar 35.000 meter persegi[1] dan berlokasi di tengah kota, tepatnya di seberang Stadion Brawijaya Kediri, Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Hutan kota yang dikembangkan mulai 2017 ini memiliki sejumlah fungsi, antara lain ekologis, rekreasi, dan sosial. Secara spesifik, fungsi ekologis Hutan Joyoboyo adalah untuk area konservasi sumber air dan pelestarian tanaman, antara lain pohon-pohon lindung, tanaman buah, dan bunga. Ada kurang lebih 1000 anggrek yang dilestarikan di hutan ini.[2]
Sejarah
Pemerintah Kota Kediri (Pemkot Kediri) mulai merevitalisasi Hutan Kota Joyoboyo pada 2017. Sebelumnya, lahan ini merupakan kawasan hutan Kuwak yang berisi pepohonan rimbun berukuran besar dan berusia tua. Pohon-pohon tersebut bertujuan untuk mendukung sumber air yang dikelola oleh PDAM.[3] Sebelum dikelola menjadi taman hutan, tempat ini relatif tidak terjamah dan terkadang disalahgunakan untuk aktivitas prostitusi.[4][5]
Di bagian depan sebelah utara, Pemkot Kediri membangun Taman Hutan Joyoboyo. Kawasan taman tersebut dibangun dalam dua tahap, yaitu tahap pertama dilakukan pada 2017 dengan anggaran Rp6,6 miliar dan tahap kedua pada 2018 dengan rencana anggaran Rp3,2 miliar. Pembangunan taman ini menggunakan dana APBD Kota Kediri.[6]
Di dalam area hutan, terdapat bangunan penyimpanan air yang oleh warga lokal disebut "Water Toren" setinggi 25 meter. Water Toren yang dibangun di masa pendudukan Belanda itu mampu menampung 500 meter kubik air. Dulunya, Water Toren memiliki 4 sumur tampung dan berkedalaman 120 meter. Pembangunan water toren diperkirakan terjadi pada tahun 1928 dengan dipimpin langsung oleh Dewan Kota dan Wali Kota pertama, Louis Karrel.[7] Fasilitas tandon ini mengalirkan air bersih ke rumah-rumah orang Eropa yang tinggal di Kediri pada saat itu. Hingga saat ini, Water Toren tetap berfungsi dan menjadi tandon utama PDAM Kota Kediri.[7]
Keanekaragaman hayati
Di hutan kota ini, terdapat sejumlah pohon berusia tua yang tingginya telah mencapai 50 meter, terutama trembesi dan beringin.[8] Beberapa pohon diprediksi telah berumur puluhan hingga ratusan tahun. Jenis pohon besarnya antara lain adalah trembesi dan kelor hutan. Selain itu, ada beberapa jenis pohon lagi, seperti mahoni, beringin, palem raja, angsana, nyamplung, bunga kupu kupu (tayuman), kepuh, waru, dan flamboyan.[9] Beberapa pohon penghasil buah juga dapat ditemukan, antara lain sukun, duku, kepel, juwet, manggis, langsep, sirsak, mangga, nangka, jambu air, belimbing, pisang kalatea, hingga lengkeng.[2] Selain pohon, hutan ini memiliki beragam jenis bunga, antara lain bakung lele, kantil kuning, melati cina, andong, tegak ungu, sirih gading, pucuk merah, rombusa, flamboyan, arerea, gelombang cinta, nanas-nanasan, dan bulu ayam.[2] Pada 2017, Pemkot Kediri menanam 1000 anggrek yang rata-rata merupakan anggrek asli Kediri, antara lain eria ornata, anggrek api, dan tricolor.[2]
Selain tumbuhan, hutan kota ini memiliki sejumlah hewan, antara lain puluhan merpati yang merupakan sumbangan komunitas bersepeda PT Gudang Garam, Tbk., Gudang Garam Cycling Community.[5]
Fasilitas
Hutan Kota Joyoboyo memiliki sejumlah fasilitas berupa bangku taman berbentuk melingkar, lintasan lari laun, jembatan layang (skybridge) setinggi 2 meter dari tanah,[5] pojok baca digital,[10] area bermain anak, toilet, dan musala.[4]