Beberapa rancangan telah diajukan untuk sebuah hukum yang memberikan grasi bagi para warga yang pernah terjerat peraturan kriminalisasi homoseksualitas di Britania Raya dahulu.[1][2][3] Pemerintah Britania Raya sendiri telah menuturkan bahwa pembuatan peraturan seperti itu merupakan bagian dari rencana kebijakan sejak tahun 2015.[4] Untuk implementasi grasi tersebut, pada tanggal 20 Oktober 2016, pemerintah mengumumkan bahwa mereka mendukung sebuah revisi terhadap Undang-Undang Kepolisian dan Kriminal yang kemudian akan memberikan grasi penuh, termasuk penghapusan dari catatan kriminal, bagi para warga baik yang sudah meninggal maupun masih hidup yang pernah terjerat peraturan kirminalisasi tersebut.[5][6] Revisi UU memperoleh persetujuan kerajaan pada tanggal 31 Januari 2017 dan grasi langsung diterapkan pada hari yang sama.[7] Grasi hanya diberikan bagi pria yang pernah dijerat oleh peraturan yang kini telah dicabut. Pelaku yang tindakannya kini masih dapat diklasifikasikan sebagai tindak kriminal seperti seks di bawah umur atau pemerkosaan tidak diberi grasi.[8]Hingga Januari2017[update], sekitar 49.000 pria telah secara anumerta mendapatkan grasi dari penerapan peraturan ini.[9]