Hubungan Israel–Kurdistan meliputi hubungan diplomatik antara KurdistanIrak dan Israel.
Meskipun hubungan diplomatik tak dijalin, hubungan antar dua entitas tersebut dibentuk sejak awal abad ke-20.[1] Kurdistan menyatakan bahwa tak ada masalah antara dua negara tersebut,[2] dan Israel menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan Kurdistan pada 2017.[3] Hubungan antar dua negara tersebut dipertemukan dengan keberadaan anti-Semitik dan anti-Kurdi dari para pemimpin dan media Arab, Iran dan Turki.[4][5]
Daftar pustaka
Abramson, Scott (2018), "A Historical Inquiry into Early Kurdish-Israeli Contacts: The antecedents of an alliance", The Journal of the Middle East and Africa, 9 (4): 379–399, doi:10.1080/21520844.2018.1548920, S2CID150134620
Bishku, Michael B. (2018), Israel and the Kurds: A Pragmatic Relationship in Middle Eastern Politics, vol.41, Journal of South Asian and Middle Eastern Studies
Mamikonian, Sargis (2005), Israel and the Kurds (1949-1990), vol.9, Iran & the Caucasus, hlm.381–399
Minasian, Sergey (2007). "The Israeli-Kurdish relations". 21st Century. 1.
Reisinezhad, Arash (2018), The Shah of Iran, the Iraqi Kurds, and the Lebanese Shia, hlm.357, ISBN9783319899466
Romano, David; Rojhilat, Shivan (2018), Danilovich, Alex (ed.), "Israel's periphery doctrine and the Kurds", Federalism, Secession, and International Recognition Regime: Iraqi Kurdistan, Routledge