Senegal menutup perbatasannya dengan Guinea pada tahun 2014 dan memberlakukan kontrol terhadap perahu dan kapal di Samudra Atlantik.[1] Penutupan tersebut terjadi selama wabah virus Ebola di Afrika Barat.[2] Perbatasan dibuka kembali setelah periode satu bulan.[3]
Pada tahun 2021, kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama militer yang awalnya ditandatangani pada tahun 2020.[4] Pada musim panas tahun 2024, Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye bersama dengan perwakilan pemerintah mengunjungi ibu kota Guinea Conakry di mana ia bertemu dengan Presiden Guinea Mamady Doumbouya.[5]
Kerja sama ekonomi
Pada tahun 2023 total perdagangan antara kedua negara adalah $164,25 juta.[6]Ekspor Senegal ke Guinea termasuk ikan beku non-fillet, ekstrak malt dan produk lainnya.[6]