Kerja sama antara kedua negara terutama dilakukan di bidang energi,[1] investasi, perdagangan, pendidikan, dan lainnya.[2] Kedua negara tidak memiliki duta besar tetap. Guinea Khatulistiwa memiliki duta besar di Moskow yang merangkap sekaligus untuk Azerbaijan.
Hubungan diplomatik
Hubungan diplomatik antara Azerbaijan dan Guinea Khatulistiwa pertama kali terjalin pada tanggal 11 November 2004.[3]
Di arena internasional, kerja sama antar negara dilakukan dalam kerangka berbagai organisasi internasional: Gerakan Non-Blok, Forum Negara-Negara Pengekspor Gas (GECF), dan lain-lain.[5]
Pada bulan Desember 2016, Azerbaijan dan Guinea Khatulistiwa, serta negara-negara non-OPEC lainnya, sepakat untuk mengurangi produksi minyak tahunan mereka.[6]
Pada November 2019, Presiden AzerbaijanIlham Aliyev diundang ke Guinea Khatulistiwa untuk menghadiri KTT kelima kepala negara anggota Forum Negara-Negara Pengekspor Gas.[7]