Hubert James Taffin de Givenchy lahir pada tanggal 21 Februari 1927 di Beauvais, Oise[5][6][7] dari keluarga Protestan.[2] Ia adalah putra bungsu Lucien Taffin de Givenchy (1888–1930), marquis Givenchy, dan istrinya, Béatrice ("Sissi") Badin (1888–1976). Keluarga Taffin de Givenchy yang silsilahnya dapat ditarik sampai Venesia, Italia (marga aslinya Taffini), diangkat sebagai bangsawan pada tahun 1713. Waktu itu, kepala keluarga menjadi marquis Givenchy.[8] Ia memiliki seorang kakak, Jean-Claude de Givenchy (1925–2009), yang mewarisi gelar marquis keluarga dan kelak menjadi presiden Parfums Givenchy.[9]
Usai kematian bapaknya akibat influenza pada tahun 1930, ia dibesarkan oleh ibu dan nenek sisi ibunya,[7] Marguerite Dieterle Badin (1853–1940), istri Jules Badin (1843–1919), seorang seniman sekaligus pemilik dan direktur pabrik Gobelins Manufactory dan Beauvais Tapestry. Tradisi seni menurun ke keluarga besar Badin. Buyut sisi ibu Givvenchy, Jules Dieterle, adalah perancang latar yang juga merancang beberapa barang untuk pabrik Beauvais, termasuk 13 rancangan untuk Istana Elysée. Salah satu kakek buyutnya juga merancang latar Paris Opera.[butuh rujukan]
Tahun 1952, ia membuka rumah seninya di Plaine Monceau di Paris.[6][7] Koleksi pertamanya diberi nama "Bettina Graziani", sesuai nama model ternama Paris saat itu.[6] Gaya busananya penuh inovasi, berbeda dengan selera Dior yang lebih konservatif. Pada usia 25 tahun, ia merupakan perancang termuda dalam dunia mode Paris yang progresif. Koleksi busana pertamanya memanfaatkan kain murah karena alasan keuangan, tetapi lebih mencolok daripada koleksi busana lainnya.[butuh rujukan]
Ia membuat koleksi parfum pertamanya untuk Hepburn (L'Interdit dan Le de Givenchy).[6][7] Audrey Hepburn menjadi ikon parfum tersebut. Ini menandakan pertama kalinya seorang bintang film menghiasi iklan parfum dan mungkin terakhir kalinya seorang bintang film melakukannya secara gratis (karena Givenchy dan Hepburn berteman).[9]
Givenchy juga bertemu idolanya saat itu, Cristóbal Balenciaga.[7][13] Meski sudah terkenal, Givenchy tidak bergantung pada adibusana sebagai sumber inspirasinya, tetapi juga mempelajari rancangan avant-garde semisal Limbo, sebuah toko di East VillageManhattan.[14]
Givenchy merancang busana 'Balloon coat' dan 'Baby Doll' yang ikonik pada tahun 1958.[15][16]
Tahun 1969,[17] ia merilis koleksi busana pria.[7] Sejak 1976 sampai 1983, Ford Motor Company memperkenalkan jajaran mobil mewah seri Continental Mark Givenchy Edition yang dimulai dengan coupe Continental Mark IV (1976) dan diakhiri dengan coupe dan sedan Continental Mark VI (1983). Pada tahun 1988, ia mengadakan pameran kilas balik karya-karyanya di Beverly Wilshire Hotel, Beverly Hills, California.[10]
The House of Givenchy dipecah pada tahun 1981. Produk parfumnya diserahkan ke Veuve Clicquot, sedangkan produk busananya diakuisisi oleh LVMH pada tahun 1989.[18] Kini, lini produk Parfums Givenchy sudah dipegang oleh LVMH.[6]
Kehidupan pribadi
Givenchy pensiun dari dunia mode pada tahun 1995.[11]John Galliano menggantikan dirinya sebagai pemimpin label Givenchy.[6][7] Setelah dipimpin Galliano, Alexander McQueen selama lima tahun, dan Julien Macdonald tahun 2001 sampai 2004, produk siap pakai dan adibusana wanita Givenchy dipimpin oleh Riccardo Tisci pada tahun 2005 sampai 2017.[6][7]
Pada Januari 2007, Kantor Pos Prancis menerbitkan prangko Hari Valentine yang dirancang oleh Givenchy. Pada Oktober 2014, sebuah pameran kilas balik yang menampilkan 95 busana rancangannya diselenggarakan di Thyssen-Bornemisza Museum di Madrid, Spanyol.[11][20] Kekasihnya adalah perancang busana bernama Philippe Venet.[21]
Ia meninggal dunia dalam tidur di rumahnya pada tanggal 10 Maret 2018.[3][22][23][24]
Daftar pustaka
Françoise Mohrt, The Givenchy Style (1998), Assouline. ISBN2-84323-107-8