Houston Comets adalah tim Women's National Basketball Association (WNBA) yang bermarkas di Houston. Dibentuk pada tahun 1997, tim ini merupakan salah satu dari delapan tim pendiri WNBA dan berhasil menjuarai empat musim pertama sejak liga tersebut berdiri. Houston Comets tidak pernah kalah di Final; hingga kini hanya Seattle Storm yang juga memiliki rekor sempurna di babak final. Comets merupakan dinasti pertama dalam sejarah WNBA dan berbagi rekor gelar juara terbanyak di antara seluruh waralaba WNBA bersama Minnesota Lynx dan Seattle Storm. Meskipun meraih kesuksesan besar, tim ini dibubarkan oleh liga pada tahun 2008 karena tidak ditemukan pemilik baru yang bersedia mengambil alih.[1][2][3][4]
Houston Comets dikenal karena diperkuat sejumlah bintang besar bola basket putri. Di antaranya adalah Cynthia Cooper, penerima penghargaan MVP pertama dalam sejarah WNBA; Sheryl Swoopes, bintang basket perguruan tinggi dan tim nasional Amerika Serikat; Kim Perrot, yang meninggal dunia akibat kanker pada tahun 1999; serta bintang basket perguruan tinggi Michelle Snow dan Tina Thompson.
Pada 27 Maret 2026, sejumlah sumber kepada ESPN mengungkapkan bahwa keluarga Fertitta, pemilik tim NBA Houston Rockets, telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Connecticut Sun dan memindahkan waralaba tersebut ke Houston. Tim tersebut akan menggunakan kembali nama Houston Comets dan dijadwalkan mulai berlaga pada WNBA 2027.[5]
Sejarah
1997–2000: Membangun dinasti pertama WNBA
Comets merupakan salah satu tim pendiri WNBA. Empat musim pertama mereka ditandai dengan dominasi yang luar biasa hingga menjadi dinasti pertama dalam sejarah WNBA.[6] Mereka menutup musim perdana liga pada 1997 dengan mengalahkan New York Liberty pada pertandingan perebutan gelar WNBA dan meraih gelar juara pertama dalam sejarah liga.[7]
Saat liga melakukan ekspansi pada musim berikutnya, Comets dipindahkan dari Wilayah Timur ke Wilayah Barat. Pada 1998, mereka mencatat rekor 27–3, dengan persentase kemenangan 0,900 yang hingga kini masih menjadi rekor WNBA. Mereka kemudian berhasil mempertahankan gelar setelah mengalahkan Phoenix Mercury pada Final WNBA pertama yang menggunakan format seri terbaik dari tiga pertandingan.[8][9]
Pada 1999, dipimpin trio yang telah dikenal sebagai Big Three—Cynthia Cooper, Sheryl Swoopes, dan Tina Thompson—[10] Comets selamat dari tembakan buzzer-beater setengah lapangan pada detik terakhir yang dicetak Teresa Weatherspoon dari Liberty pada Gim 2,[11] setelah sebelumnya tampak akan memastikan gelar juara. Mereka akhirnya mengalahkan Liberty dalam tiga pertandingan dan meraih gelar ketiga secara beruntun,[12][13] yang didedikasikan untuk rekan setim mereka, Kim Perrot, yang meninggal dunia akibat kanker.[14]
Pada 2000, dengan MVP liga Sheryl Swoopes dan MVP Final WNBA Cynthia Cooper sebagai motor tim, Comets kembali mengalahkan Liberty, kali ini dalam dua pertandingan, untuk meraih gelar keempat secara beruntun sekaligus mengukuhkan diri sebagai salah satu tim terbaik yang pernah dibentuk dalam sejarah WNBA.[15][16][17] Gelar tersebut menjadi kejuaraan terakhir sekaligus penampilan terakhir Comets di final dalam sejarah waralaba.
2001–2006: Masa perubahan dan pembangunan kembali
Menjelang musim 2001, Comets kehilangan dua pemain kunci: Cynthia Cooper memutuskan pensiun[18] dan Sheryl Swoopes mengalami cedera ACL.[19] Meski tanpa dua bintang utama tersebut, Houston tetap lolos ke babak playoff dengan rekor 19–13 sebelum disingkirkan juara bertahan Los Angeles Sparks.[20]
Pada 2002, Swoopes meraih penghargaan MVP keduanya,[21] sementara Comets menutup musim reguler dengan rekor 24–8. Namun, mereka tersingkir dari Utah Starzz dalam tiga pertandingan.[22][23]
Pada 2003, Comets lolos ke playoff untuk ketujuh kalinya secara beruntun, tetapi kembali tersingkir pada putaran pertama oleh Sacramento Monarchs.[24] Musim 2004 menjadi kali pertama dalam sejarah waralaba mereka gagal lolos ke playoff setelah hanya membukukan rekor 13–21.[25]
Comets kembali ke playoff pada 2005 dengan rekor 19–15 dan finis di peringkat ketiga. Pada putaran pertama mereka menyingkirkan juara bertahan Seattle Storm dalam tiga pertandingan,[26] tetapi kalah dari Sacramento Monarchs pada final wilayah, yang kemudian menjadi juara WNBA musim tersebut.[27] Pada 2006, Houston kembali lolos ke playoff dengan rekor 18–16, namun sekali lagi disapu bersih oleh Sacramento Monarchs.[28] Musim tersebut menjadi penampilan playoff terakhir Houston Comets.
Kembali Berlaga
Pada April 2024, Houston Rockets, yang saat itu dimiliki oleh Tilman Fertitta, mengajukan permohonan kepada WNBA untuk menghidupkan kembali waralaba Comets. Apabila berhasil memperoleh tim ekspansi, Rockets berencana mempertahankan identitas dan merek Houston Comets.[29]
Pada 27 Maret 2026, Associated Press melaporkan bahwa Fertitta telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Connecticut Sun dan memindahkan waralaba tersebut ke Houston. Setelah mendapat persetujuan dari Dewan Gubernur WNBA, tim tersebut akan menggunakan kembali nama Houston Comets dan akan berlaga di WNBA 2027.[30]
↑Writer, Michael A. Lutz, AP Sports (2002-08-21). "WNBA: Starzz advance with road win". The Coos Bay World (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-06. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
↑Archives, L. A. Times (2003-09-03). "Monarchs Eliminate Comets". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-07-06.
↑Archives, L. A. Times (2004-09-17). "Comets Get Left Out". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-07-06.