Konsep untuk EAS Indonesia. Awalnya dibuat untuk horor analog, sekarang banyak digunakan sebagai simbol Pro-Demokrasi di Indonesia selepas unjuk rasa RUU Pilkada 2024[1][2]
Horor analog adalah subgenre fiksi horor dan cabang dari genre film rekaman langsung,[3][4][5] serta dikatakan berasal dari horor daring selama akhir tahun 2000-an hingga awal tahun 2010-an dengan serial web seperti No Through Road dan Marble Hornets.[5][6][4] Subgenre ini semakin populer dengan dibuatnya serial Local 58 oleh Kris Straub pada Oktober 2015.[4]
Karakteristik
Horor analog umumnya dicirikan oleh grafik dengan fidelitas rendah, pesan samar, sedikit atau tidak ada jump-scare tradisional, serta gaya visual yang mengingatkan pada televisi akhir abad ke-20 dan rekaman analog.[7][8] Ini dilakukan agar sesuai dengan pengaturan, karena karya horor analog biasanya diatur di suatu tempat antara tahun 1960-an dan 1990-an, atau bekerja dengan elemen dari periode waktu itu.[4][7] Horor analog sering dicatat menggunakan distorsi visual dan audio, serta efek seperti kesalahan yang menekankan dan mereplikasi batasan teknologi yang digunakan subgenre tersebut.[9] Nama "horor analog" berasal dari penggabungan estetika genre dari unsur-unsur yang terkait dengan elektronik analog, seperti televisi analog dan VHS (Video Home System), yang terakhir adalah metode analog untuk merekam video dan audio.[7]
↑"A look into analog horror". A look into analog horror - The Post (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 10 Agustus 2025.
123Wegmann, Maia Elgin. "What Makes Things Creepy?". The Delta Statement (dalam bahasa American English). Delta State University. Diakses tanggal 10 Agustus 2025.