Horma (Hormah; berarti "batu pecah", "dilarang", atau "ditujukan untuk kehancuran"), juga dikenal dengan nama KanaanZephath (Tsfat צפת), adalah suatu kota yang disebutkan dalam Alkitab ibrani dalam kaitannya dengan beberapa konflik antara orang Israel yang memasuki Tanah yang Dijanjikan, dan orang Amalek serta orang Kanaan yang tinggal pada waktu itu di Kanaan selatan.
Lalu turunlah orang Amalek dan orang Kanaan yang mendiami pegunungan itu dan menyerang mereka; kemudian orang-orang itu mencerai-beraikan mereka sampai ke Horma.[1]
Maka bernazarlah orang Israel kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau serahkan bangsa ini sama sekali ke dalam tangan kami, kami akan menumpas kota-kota mereka sampai binasa." TUHAN mendengarkan permintaan orang Israel, lalu menyerahkan orang Kanaan itu; kemudian orang-orang itu dan kota-kotanya ditumpas sampai binasa. Itulah sebabnya tempat itu dinamai Horma.[2]
Dalam Kitab Ulangan diingatkan kembali kota ini sebagai tempat kekalahan Israel:
Kemudian orang Amori yang diam di pegunungan itu keluar menyerbu kamu, dan mereka mengejar kamu seperti lebah dan mengalahkan kamu dari Seir sampai Horma.[3]
Yehuda maju bersama-sama dengan Simeon, saudaranya itu, lalu mereka memukul kalah orang Kanaan, penduduk Zefat; mereka menumpas kota itu. Sebab itu kota itu dinamai Horma..[6]
Lokasinya sampai sekarang tidak diketahui. Ada yang menempatkannya di antara Beer Sheba dan Gaza, beberapa di antara Beer Sheba dan Arad, dan beberapa di sisi timur Araba di reruntuhan Sarta (di bawah kota Tafileh, Tufileh atau Tafyleh, yang diidentifikasikan dengan Tofel dalam Alkitab).