Hong lahir di Chuncheon, Provinsi Gangwon, Korea Selatan. Ia meraih gelar sarjana administrasi publik dari Universitas Yonsei dan kemudian memperoleh gelar magister dari Universitas Nasional Seoul.[3] Sebelum masuk ke kabinet, Hong berkarier panjang di bidang perencanaan ekonomi dan kebijakan fiskal di Kementerian Keuangan.[4]
Karier
Sebelum menjadi Menteri, Hong pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Presiden untuk Kebijakan serta Kepala Kantor Koordinasi Kebijakan Pemerintah.[5]
Sebagai Menteri Ekonomi dan Keuangan, Hong dikenal dengan kebijakan fiskal ekspansif dan dorongan reformasi pasar tenaga kerja.[6]
Ia juga memainkan peran penting dalam paket stimulus COVID-19 dan strategi “K-New Deal” yang berfokus pada transformasi digital dan hijau[b].[7]
Sebagai Perdana Menteri Sementara
Hong ditunjuk menjadi Perdana Menteri sementara pada 16 April 2021 setelah pengunduran diri Chung Sye-kyun.[8] Masa jabatannya berakhir pada 14 Mei 2021 ketika Kim Boo-kyum resmi dilantik sebagai Perdana Menteri baru.[9]
Catatan
↑Hong Nam-ki tidak tergabung dalam partai politik selama masa jabatannya di kabinet Moon Jae-in.
↑Hong menjadi arsitek utama proyek “K-New Deal” yang diumumkan oleh Presiden Moon pada Juli 2020.
↑Ministry of Economy and Finance, “List of Ministers (2018–2022)”, Government of the Republic of Korea, 2023.
↑Yonhap News, “Hong Nam-ki serves as acting prime minister following Chung’s resignation”, 16 April 2021.
↑Korea Economic Institute, “Profile: Hong Nam-ki”, 2020.
↑Kim, J. H. “Hong Nam-ki: The Technocrat at the Heart of Moon’s Economic Policy”, *The Korea Herald*, 2019.
↑Presidential Secretariat of Korea, “Senior Government Officials Biography”, 2018.
↑“South Korea’s Fiscal Policy Direction under Hong Nam-ki”, *Yonhap News Agency*, 2020.