Plot
Kaluna merupakan anak bungsu yang tinggal bersama orang tua dan keluarga kakak-kakaknya yang semuanya sudah berkeluarga. Kondisi rumah yang ramai di mana hampir seluruh kebutuhan rumah dipenuhinya sendiri dan kebiasaan keluarga kakak-kakaknya yang hanya memanfaatkan dan membuatnya seperti pembantu sering kali membuat Kaluna merasa tidak nyaman. Suatu hari, Kaluna melihat sebuah rumah yang lagi dijual bersama dengan temannya, Danan. Kaluna menanyakan pendapat pacarnya Hansa dengan mengirimkan foto-foto rumah yang baru saja dia kunjungi, di mana pacarnya merasa kurang cocok. Saat Kaluna berada di kantor, dia mendapatkan telpon dari ibunya yang meminta izin padanya setelah Kaivan dan Lala (anak dari kakak Kaluna) ingin punya kamar sendiri dan meminta kamar Kaluna sebagai kamar mereka. Karena masih sibuk dengan pekerjaan, Kaluna yang tidak mengiyakan hanya bilang akan menelpon ibunya kembali. Saat lembur, Kaluna membuka sebuah file excel berisi detail tabungan uangnya yang sudah berjumlah 335 juta yang rencananya akan dia gunakan untuk membeli rumah baru impiannya.
Sesampainya di rumah, Kaluna sangat kaget melihat bahwa kamarnya sudah menjadi milik keponakannya. Ibunya mengira bahwa Kaluna tidak keberatan dengan perpindahan kamar tersebut dan sebagai gantinya Kaluna pindah ke kamar pembantu berpintu rusak yang kecil. Kaluna mengeluh kepada ibunya mengenai status dia di keluarga di mana dia selalu di posisi yang harus mengalah sepanjang waktu. Suatu hari Kaluna menghadiri sebuah perayaan ulang tahun calon mertuanya di rumah pacarnya. Perbedaan gaya hidup antara Kaluna dengan keluarga pacarnya membuat Kaluna bertengkar hebat dengan Hansa, di mana akhirnya Kaluna meminta putus dan menjalani hidup masing-masing.
Tidak lama setelah putus, Kalina segera mengetahui bahwa Hansa sudah punya pacar baru. Kaluna yang sudah tidak tahan dengan situasi di rumahnya, ingin segera punya rumah sendiri. Suatu hari, Kaluna mengetahui adanya tawaran aplikasi pinjaman untuk karyawan di kantornya yang membantu down payment bagi para karyawan yang melakukan pembelian rumah, dan langsung mengajukannya ke pihak HRD kantornya. Di rumah, Natya (kakak iparnya) tiba-tiba mendatangi kamarnya untuk meminjam uang untuk beli tanah. Kaluna yang sudah tahu kebiasaan keluarga kakaknya dengan halus menolaknya, di mana hal tersebut berbuntut pada Kanendra (kakak Kaluna sekaligus istri dari Natya) yang memperingatkan Kaluna agar menghormati kakak iparnya.
Kaluna bersama dengan temannya Danan, Miya, Tanish terus melihat-lihat rumah yang cocok sampai dia menemukan sebuah rumah yang sangat sesuai dengan selera dan anggarannya. Namun saat pulang ke rumahnya, dia sangat kaget setelah mengetahui bahwa Kanendra terkena penipuan surat tanah yang ganda di mana kakaknya ternyata menggunakan uang tabungan terakhir ayahnya dan menggunakan sertifikat rumah yang mereka tinggali sebagai jaminan pinjaman online. Kanendra memohon kepada Kaluna untuk membantunya melunasi hutangnya, tetapi Kaluna dengan emosi menolaknya dan memutuskan untuk keluar dari rumah tersebut.
Setelah keluar dari rumah tersebut, Danan meminjamkan apartemennya untuk Kaluna tinggal sementara. Suatu hari, Kaluna dan Danan membantu menjaga anak dari Tanish untuk jalan-jalan ke SeaWorld Ancol. Karena sering bertemu, mulai timbul perasaan di antara mereka berdua. Saat Kaluna sudah dalam tahap final penyelesaian transaksi pembelian rumah impiannya, dia memutuskan untuk mentransfer uang tabungannya sejumlah Rp. 300 juta kepada ayahnya untuk membantu menyelesaikan masalah kakaknya.
Beberapa waktu berlalu, Natya kemudian menelpon Kaluna untuk meminta maaf dan menyampaikan rencana ayahnya untuk menjual rumah yang mereka tinggali dan membeli rumah yang lebih kecil, sementara keluarga-keluarga kakaknya juga sudah menemukan rumah kontrakan masing-masing dan akan pindah. Natya juga meminta Kaluna untuk kembali ke rumah dan hidup sebagai keluarga untuk terakhir kalinya sebelum mereka berpisah. Natya yang tersentuh dengan bagaimana ibunya yang merindukan dirinya, akhirnya memutuskan untuk balik ke rumah. Setelah kembali ke rumah, sikap keluarga kakak-kakaknya mulai berubah.
Setelah Kaluna bersama ayah dan ibunya tinggal di rumah baru, Kaluna mengajukan surat pengunduran diri di kantornya, dan mengkontrak sebuah rumah untuk usaha katering barunya. Suatu hari pada saat hendak melihat rumah, Kaluna dijemput oleh Danan. Danan secara mengejutkan melamar Kaluna untuk menikah, di mana Kaluna menyangggupinya dengan syarat anggaran untuk kopi per hari adalah sebesar Rp 40.000, dan Danan langsung menyetujuinya.