Hoabinh (bahasa Vietnam:Văn hóa Hòa Bìnhcode: vi is deprecated ) adalah istilah yang pertamakali digunakan oleh ahli arkeolog Perancis Madeleine Colani[1] di Vietnam Utara untuk menggambarkan himpunan arkeologi Zaman Holosen yang diambil dari rumah-rumah batu. Ini telah menjadi istilah umum untuk menggambarkan kumpulan artefak batu di Asia Tenggara yang berisi kumpulan serpihan-serpihan artefak batu buntar yang berasal dari sekitar tahun 10.000 hingga 2000 SM (sebelum masehi).[2]
Di Malaysia
Batu Hoabinh yang ada di Malaysia berada di Bukit Jawa, Lenggong, Perak.