The Historical Marker Database (disingkat: HMdb.org) adalah basis datadaring yang mendokumentasikan lokasi berbagai penanda sejarah (historical markers) dan plakat peringatan (commemorative plaques) di Amerika Serikat serta beberapa negara lain. Basis data ini diluncurkan pada tahun 2006 oleh J. J. Prats, seorang pengembang pemrograman komputer yang berinisiatif mengumpulkan dan mengarsipkan informasi mengenai situs bersejarah melalui partisipasi publik.[1]
Situs webThe Historical Marker Database (HMdb.org) berfungsi sebagai katalog daring bergambar yang dapat diakses secara bebas dan digunakan untuk menelusuri informasi sejarah melalui penanda jalan, monumen, dan plakat peringatan permanen di ruang terbuka. Basis data ini menampilkan berbagai elemen pendukung seperti foto penanda, transkripsi tulisan, koordinat lokasi, serta peta digital yang memudahkan penelusuran spasial.[2]
Pada saat peluncuran, HMdb berisi 179 penanda sejarah yang didokumentasikan langsung oleh prats. Jumlah entri meningkat setiap tahun seiring dengan keterlibatan kontributor dari berbagai wilayah. Pada tahun 2015, situs ini mencatat lebih dari 74.000 penanda. Selain Amerika Serikat, HMdb juga mencakup penanda dari lebih dari 40 negara lain.[3] Pada awal 2018, jumlah penanda yang tercatat melebihi 100.000 entri, dan pada 2025 meningkat menjadi lebih dari 225.000 entri.[4][5]
HMdb beroperasi dengan model urun daya.[6][7] Berdasarkan pernyataan dalam laman situs resmi HMdb, pengguna dapat menambahkan penanda baru serta memperbarui halaman yang sudah ada dengan menambahkan foto, pranala, atau keterangan tambahan.[2] Semua kiriman pengguna ditinjau oleh editor sukarelawan sebelum diterbitkan untuk memastikan keakuratan data dan keseragaman format.[8] Secara teknis, HMdb menampilkan lokasi penanda sejarah melalui antarmuka peta interaktif berbasis Google Maps, yang memudahkan pengguna menelusuri berdasarkan wilayah, kategori, atau tema tertentu.[9]
Fungsi
Selain fungsi dokumentasi, HMdb juga digunakan dalam berbagai bidang, termasuk penelitian sejarah, arsip digital, dan pengembangan data spasial. Beberapa seniman dan peneliti telah menggunakan HMdb sebagai sumber data untuk menelusuri distribusi penanda sejarah di berbagai wilayah.[10] Dalam bidang pendidikan, basis data ini dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Data yang tersedia memungkinkan kegiatan studi lapangan dengan menghubungkan lokasi penanda sejarah dan peristiwa yang berkaitan dengannya.[11]
Selain sebagai arsip daring, HMdb memiliki keterkaitan dengan pengembangan aplikasi berbasis lokasi. Basis data ini pernah digunakan sebagai salah satu sumber awal bagi permainan realitas berimbuh (augmented reality) Ingress, yang kemudian menjadi dasar bagi pengembangan permainan Pokémon Go oleh Niantic.[7]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.