Hipsodon adalah sebuah pola dentisi yang dicirikan oleh mahkota gigi tinggi,[1][2] sehingga memberi material lebih ketika aus. Contoh hewan dengan gigi hipsodon adalah sapi, kuda dan rusa. Hewan-hewan ini memasukkan material berpasir seperti tanah ke dalam mulut mereka ketika memamah rumput, sehingga dentisi mereka aus lebih cepat. Kondisi yang berkebalikan dari ini dikenal sebagai brakidon.
Evolusi
Karena morfologi gigi hipsodon cocok untuk pola makan yang lebih abrasif, hipsodonti sebelumnya diyakini berevolusi bersamaan dengan tersebarnya padang rumput. Rumput mengandung fitolit, yaitu granula yang kaya akan silika, yang mengausi jaringan gigi lebih cepat. Namun, analisis telah menunjukkan bahwa perkembangan morfologi ini tidak sesuai dengan penyebaran padang rumput.[3] Alih-alih, penelanan material berpasir dan tanah dihipotesiskan menjadi pendorong utama hispodonti. hipotesis ini dikenal sebagai hipotesis grit, not grass.[4]
Referensi
↑Flynn, John J., André R. Wyss, and Reynaldo Charrier. “South America’s Missing Mammals.” Scientific American. May 2007: 68-75.
↑Kwan, Paul W.L. (2007). "Digestive system I"(PDF). Tufts University. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 20 October 2013. Diakses tanggal 4 July 2019.
↑Phillip E. Jardine, Christine M. Janis, Sarda Sahney, Michael J. Benton. “Grit not grass: Concordant patterns of early origin of hypsodonty in Great Plains ungulates and Glires.” Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. December 2012:365–366, 1–10