Maskapai penerbangan ini didirikan dan memulai penerbangannya tahun 1994 dengan penggabungan Zaire Airlines, Zaire Express dan Congo Airlines. Memiliki 1.100 karyawan (Maret 2007).[1]
Tanggal 1 November2007, HBA (51%) dan subsidiari Brussels Airlines, Pan African Airlines (49%) mengumumkan kerjasama domestik barunya yang akan diberi nama AirDC, untuk mengoperasikan BAe 146-200 dan Boeing 737, terutama menuju Lubumbashi, Mbuji-Mayi, Brazzaville dan Douala.[2] Namun, proyek ini dibatalkan akibat tiadanya kesepakatan antara kedua maskapai ini. Brussels Airlines pun memutuskan meluncurkan airline baru yang diberi nama "Korongo" tanpa kerjasama dengan Hewa Bora yang kemungkinan dilaksanakan tahun 2011 ini.
Daftar Hitam
Keseluruhan armada Hewa Bora Airways dilarang memasuki wilayah udara Eropa. Lockheed TriStar 500 dan Boeing 767-200ER adalah pesawat terakhir yang diterima di Eropa sebelum regulasi baru dan penyimpanan 767 melarang maskapai tersebut. Hewa Bora Airways menjadi maskapai terakhir yang diperbolehkan beroperasi dari Kongo menuju Eropa.
Kota tujuan
Hewa Bora Airways mengoperasikan penerbangan menuju kota-kota berikut (Januari 2005):[butuh rujukan]
Tanggal 15 April2008, sebuah jet DC-9 Hewa Bora Airways jatuh di Goma, Provinsi Kivu Utara, ketika lepas landas. Empat puluh dua orang tewas dan enam orang luka-luka. Pihak berwenang menyimpulkan bahwa kebanyakan yang tewas berada di darat; seorang penumpang terdaftar di pesawat juga tewas.[6]