Dalam Budaya Populer
Anna Von Mertens merancang sebuah karya seni berbasis buku berjudul Attention Is Discovery: The Life and Legacy of Henrietta Leavitt. Halaman-halaman buku ini menggabungkan interpretasi artistik Von Mertens terhadap karya Leavitt dengan foto dan deskripsi mengenai pekerjaan Leavitt dan rekan-rekannya sesama komputer Harvard.[6]
George Johnson menulis biografi tahun 2005, Miss Leavitt's Stars, yang menyoroti kemajuan perempuan dalam ilmu pengetahuan melalui kisah Henrietta Leavitt.[7]
Robert Burleigh menulis biografi tahun 2013 berjudul Look Up!: Henrietta Leavitt, Pioneering Woman Astronomer untuk audiens yang lebih muda, yaitu anak-anak berusia empat hingga delapan tahun.[8]
Lauren Gunderson menulis drama tahun 2015, Silent Sky, yang mengikuti perjalanan Leavitt dari penerimaannya di Harvard hingga kematiannya.[9]
Theo Strassell menulis drama The Troubling Things We Do, sebuah karya absurd yang merinci kehidupan Henrietta Leavitt, di samping ilmuwan lainnya dari era tersebut.[10]
Buku The Glass Universe karya Dava Sobel mengisahkan tentang pekerjaan para wanita yang menganalisis gambar bintang yang diambil di Observatorium Kolej Harvard.
BBC memasukkan Leavitt dalam seri Missed Genius, yang bertujuan untuk merayakan individu dari berbagai latar belakang yang memberikan dampak besar bagi dunia.
Teater Central Square memesan drama The Women Who Mapped The Stars karya Joyce Van Dyke sebagai bagian dari Seri Produksi Wanita dalam Ilmu Pengetahuan Brit D'Arbeloff, yang dipentaskan oleh Nora Theatre Company. Drama ini menampilkan kisah Leavitt dan lainnya.[11]