Pdt. H.O.H. Awuy adalah anak seorang pengajar (guru). Sejak usia anak-anak H.O.H. Awuy sudah berjanji/bernazar untuk masuk sekolah Alkitab.
Tetapi natzarnya itu belum dapat langsung ditepati, ia masih terus mengejar pendidikan guru yaitu pernah kuliah di Fakultas Kejuruan dan Pendidikan namun tidak selesai. Walau tidak selesai, ternyata pendidikan guru yang diikutinya sejak sekolah menengah sampai kuliah, itu memberikan kontribusi yang begitu besar pada masa depannya.
Bayangkan saja, ketika ia selesai memenuhi panggilan Tuhan untuk masuk Sekolah Alkitab di Langoan, Sulawesi Utara, ia langsung mendapatkan kepercayaan untuk mengajar di Sekolah Alkitab itu.
Tetapi sebelum ia masuk Sekolah Alkitab, ia pernah mengikuti pendidikan militer dan berpangkat Pembantu Letnan dan juga memegang pleton combat. Di militer, Pdt. H.O.H. Awuy bertugas selama tiga tahun. Karier di militernya harus terhenti karena tingginya panggilan Tuhan pada dirnya untuk masuk Sekolah Alkitab.
Dapat diprediksi bila Pdt. H.O.H. Awuy terus melanjutkan kariernya di militer pasti ia bisa berpangkat yang lebih. Namun, itu tidak menjadi pertimbangan, Pdt. H.O.H. Awuy dengan penuh percaya diri masuk Sekolah Alkitab dan memulai kariernya di bidang pelayanan.
Karier
Masuk Sekolah Alkitab Langoan pada angkatan 19-tahun 1964. Waktu itu Ketua Sekolah Alkitab, Pdt. Poluan.
Setelah tamat, Pdt. H.O.H. Awuy diberikan kesempatan selama beberapa tahun menjadi guru. Kemudian ia harus menerima kenyataan ditugaskan menjadi “pengerja” di GPdI Kawangkoaan yang digembalakan oleh Pdt. Suryoto. Di Kawangkoan, Pdt. H.O.H. Awuy bertugas menjadi hamba selama tiga tahun.
Setelah dari Kawangkoan, Pdt. H.O.H. Awuy, kembali ditarik oleh Sekolah Alkitab, kali ini bukan menjadi guru tetapi menjadi asisten dari Pdt. Peterson (Langowan) untuk menterjemahkan buku-buku dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Pekerjaan itu dilakoni selama ssatu tahun.
Pdt. H.O.H. Awuy, kemudian ditugaskan menjadi “pengerja” di Tombasian Atas (Kampung halaman Pemimpin Redaksi pantekosta Pos), yang digembalakan oleh Pdt. Assa . Di Tombasian Atas ini, Pdt. H.O.H. Awuy melayani Tuhan selama dua tahun.
Menjadi pengerja dari desa satu ke desa yang lain dari hamba Tuhan satu ke hamba Tuhan yang lain, ternyata bukan membuat Pdt. H.O.H. Awuy putus asa atau kecewa dengan organisasi GPdI yang terus mempimpong ia tetapi sebaliknya ia taat dan dengar-dengaran kepada atasan dalam pelayanan. Hasilnya, karier Pdt. H.O.H. Awuy terus meningkat. Hanya dari seorang pengerja, kemudian dipercayakan menjadi gemabala jemaat di Desa Kanonang dari tahun 1968-1971.
Saat melayani di Desa Kanonang, Pdt. H.O.H. Awuy memutuskan untuk menikahi kekasihnya, Vonny. Pada 25 Oktober1968, ia menikahi Ivone Indrie Lantu.
Dari Kanonang dipindahkan ke desa Sukur sejak 1971-1973. Pindahnya di Desa Sukur itu ternyata menjadi awal dari prestasi kariernya di GPdI. Sebab di Desa itu, Pdt. H.O.H. Awuy terpilih menjadi Sekretaris Majelis Daerah GPdI Sulawesi Utara dan Ketua Umumnya Pdt. Pandelaki.
Garis waktu
31 Oktober 1937: Lahir di Jakarta
1953: Lulus SD
1958: Lulus pendidikan Sekolah Guru Atas (SGA)
1961: Melanjutkan Kuliah yang sempat terhenti akibat Permesta di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP-sekarang UNIMA) jurusan Bahasa Inggris
1964: Lulusan Terbaik FKIP
1964: Masuk Sekolah Alkitab di Langoan, Kabupaten Minahasa.
1968-1971: Menjadi gembala sidang di GPdI Kanonang.
1971-1973: Menjadi gembala sidang di desa Sukur Minahasa.
1973-1975: Menjadi gembala sidang di Kawangkoan Minahasa.
1975-1993: Menjadi gembala sidang di GPdI Tondano 1981: Menjadi pemimpin para Pendeta GPdI se-Sulut
1993-Maret 2012: Menjadi gembala di GPdI Pusat Manado.