Helen Sparingga (lahir 25 November 1953) adalah penyanyi berkebangsaan Indonesia yang juga istri dari Mus Mulyadi.[1] Penyanyi yang terkenal lewat hitsnya "Birunya Cintaku" ini awalnya menggunakan nama Helen Sparingga pada album pertamanya.[2]
Sebagai penyanyi, Helen memiliki ciri khas selalu berpenampilan glamour.[3]
Riwayat Hidup
Helen Sparingga memiliki nama lengkap Helly Ruth Helen Sparringa dan lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 25 November 1953. Helen merupakan anak dari ayah bernama Cornelis Thomas Sparringa dan ibu bernama RA Tini Wagiati Ali Basah.[4]
Perjalanan karier seninya dimulai ketika ia membentuk duo Sparingga Sisters bersama kakaknya, Nancy. Grup ini seringkali tampil dari satu panggung ke panggung lain di Jawa Timur, sebelum akhirnya Helen memutuskan untuk bersolo karier.[5]
Pernikahan
Pada 1975, Helen menikah dengan penyanyi keroncong, Mus Mulyadi dengan beda usia delapan tahun. Mereka berdua dikarunia dua anak yakni Irene Patricia Melati (1976) dan Erick Renanda Haryadi (1978).[6]
Album Birunya Cintaku
Pada awal 1980-an, Helen kembali dalam dunia musik pop Indonesia. Kariernya mencapai puncaknya saat bergabung dengan label besar JK Records-label. Pada 1985, Helen merilis album yang berjudul "Birunya Cintaku" dan menjadi titik baliknya. Album ini mencetak rekor penjualan hingga 500.000 kopi.[5]
Pada 1986, Ia merilis album "Semerah Duka di Hati" dan kembali sukses.[7] Dua tahun berikutnya, pada 1987 Ia kembali merilis lagu "Antara Hitam dan Putih", yang menjadi signature song nya sekaligus simbol era keemasan musik pop Indonesia.[5]
Pada 2019, Helen kembali ke dunia musik melalui album "Jangan Beri Aku Rindu" yang dirilis oleh JK Records setelah vakum hampir 30 tahun. Dalam album ini, Helen menggandeng putri sulungnya, Irene Mus Mulyadi. Irene merilis lagu duet bersama sang ayah yang telah tiada, menggunakan teknologi rekaman modern yang memungkinkan kehadiran kembali suara Mus Mulyadi dalam sebuah lagu baru.[5]