dr. Hasan Sadikin (16 Desember 1911–16 Juli 1967) adalah seorang pejuang asal Jawa Barat. Namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit di Kota Bandung.
Kehidupan
Hasan Sadikin terlahir dari pasangan Raden Sadikin dan Itjih Karnasih. Ayah Hasan Sadikin, Raden Sadikin adalah seorang landbouwconsulent atau penasehat pertanian. Kakeknya adalah seorang pegawai pamongpraja.
Tahun 1962, dr. Hasan Sadikin diangkat menjadi Dekan FKUNPAD dan pada bulan Agustus 1965 juga diangkat menjadi Direktur RS Rantja Badak. Ia menggantikan dokter H. Chasan Boesoirie yang sebelumnya juga menjadi direktur di rumah sakit tersebut.[1]
Perjuangannya untuk terus memberikan pelayanan dan dedikasi terhadap dunia kesehatan tak diragukan lagi. Bahkan ditengah-tengah sakit yang dideritanya, membuat Hasan Sadikin terus bekerja sebagai Dekan dan memimpin rumah sakit. Di usia yang masih muda, kakak kandung dari mantan Gubernur DKI JakartaAli Sadikin ini meninggal dunia pada tanggal 16 Juli 1967 akibat penyakit yang dideritanya.[1]
Untuk menghormati pengabdian dr. Hasan Sadikin, Rumah Sakit Rantja Badak pun berubah namanya menjadi Rumah Sakit Hasan Sadikin atau RSHS.[2]
Selain penghormatan, namanya diabadikan dengan pertimbangan unsur kedaerahan. Pasalnya dr. Hasan Sadikin adalah orang Sunda pertama yang menduduki jabatan Direktur Rumah Sakit Rantja Badak. Sejak pertama didirikan Direktur RSHS diisi oleh orang Belanda, ketika Indonesia merdeka diduduki orang Jawa, baru kemudian dr. Hasan Sadikin putra daerah pertama [2]