R.P. Dr. JohanesHaryatmoko, SJ (lahir 9 Maret 1959) adalah seorang pastorKatolik dan dosen di beberapa universitas terkemuka di Indonesia. Di samping sebagai dosen tetap Universitas Sanata Dharma (Yogayakarta), Haryatmoko adalah pengajar tamu di pasca-sarjana Universitas Indonesia (Jakarta), Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta) dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejak 2015, ia juga mengajar di program doktor Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (Jakarta). Ia kerap kali diminta untuk memberikan ceramah ataupun pelatihan di pelbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ia juga sering memberikan pelatihan etika pada perusahaan-perusahaan nasional. Haryatmoko banyak menyumbangkan pemikiran kritisnya dalam bidang filsafat, sosial politik, etika dan komunikasi. Dengan bahasa yang sangat lugas dan pemilihan kosakata yang cermat, tulisan-tulisannya telah banyak dipublikasikan baik berupa buku maupun artikel antara lain di harian Kompas dan majalah Basis.
Pendidikan
Haryatmoko lulus dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara pada tahun 1984. Ia kemudian melanjutkan studi program licentiate of theology di Brussel, Belgia (1985–1988, 1990), dan pada saat bersamaan dia belajar ilmu-ilmu sosial di Institu d’Etudes Sociales, Paris (1988–1989). Pada tahun 1993 ia berhasil menyelesaikan D.E.A (Diploma d’Etudes Approfondies) Antropologi dan Sejarah Agama-Agama di Universitas Sorbonne-Paris IV. Tahun 1996 secara bersamaan ia menyelesaikan doktor di bidang Antropologi dan Sejarah Agama-agama di Universitas Sorbonne-Paris IV dan Etika Politik (Moral Sosial) di Institut Catholique de ParisDiarsipkan 2023-08-10 di Wayback Machine., Prancis dengan disertasinya berjudul Le statut épistémologique de l'enseignement social de l'Eglise catholique. Dari September 2010 sampai Juni 2011, ia mendapatkan International Visiting Fellowship dari The Woodstock Theological Centre, Georgetown University, Washington DC, USA untuk melakukan penelitian mengenai Public Ethics.
Karya Tulis
Buku
Le statut épistémologique de l'enseignement social de l'Eglise (Bern: Peter Lang, 1996).
Manusia dan Sistem: Pandangan Tentang Manusia dalam Sosiologi Talcott Parsons. (Kanisius, 1986).
Etika Politik dan Kekuasaan. (Buku Kompas, 2003, 2004, 2004, 2014).
Etika Komunikasi: Manipulasi Media, Kekerasan, dan Pornografi. (Kanisius, 2007).
Dominasi Penuh Muslihat: Akar Kekerasan dan Diskriminasi. (Gramedia Pustaka Utama, 2010).
Etika Publik: Untuk Integritas Pejabat Publik dan Politisi. (Gramedia Pustaka Utama 2010, 2011; Kanisius, 2015, 2016)
L’Altérité: Fondement du pluralisme de religions en Indonésie, dans: Identités Culturelles En Europe et En Extrême Orient. (Ambassade de France à Singapour, 1998)
Paradigma Hubungan Antar Agama: Pluralisme de Jure dan Kritik Ideologi, dalam 'Antologi studi Islam: Teori dan Metodologi’. (Sunan Kalijaga Press, Yogyakarta, 2000)
Ideologi dan Ajaran Sosial Gereja, dalam 'Struggling in Hope'. (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1999)
Agama: Etika Atasi Kekerasan?, dalam 'Indonesia di Persimpangan Kekuasaan Dominasi Kekerasan atas Dialog Publik'. (The Go-East Institute, 2001)
Menjadi Biasanya Tindak Kekerasan: Adakah Tanggungjawab Kolektif?, dalam 'Problematika Bangsa Indonesia Zaman Sekarang'. (Universitas Sanata Dharma, 2001)
Dominasi Laki-Laki Melalui Wacana, dalam 'Feminis Laki-Laki: Solusi atau Persoalan'. ( Yayasan Jurnal Perempuan, 2001).
Transparansi sebagai Proses Hermeneutika; dalam 'Tulus Seperti Merpati Cerdik Seperti Ular'. (Kanisius, 2001)
Menjadi Biasanya Tindak Kekerasan: Adakah Tanggungjawab Kolektif? Dalam 'Problematika Manusia Indonesia, Permasalahan Kemanusiaan Bangsa Indonesia Zaman Sekarang'. (Universitas Sanata Dharma, 2001)
Budaya Politik Santun dan Pluralitas, dalam Esei-Esei 2002 Bentara. (Buku Kompas, 2002)
Filsafat dalam Pengolahan Teologi, dalam 'Sejarah,Teologi dan Etika Agama- Agama (Dian/Interfidei, 2003)
Le peu d’intérêt pour la Réflexion Epistémologique appauvrit le développement de la recherche en sciences sociales, dalam 'le Colloque Internationale des chercheurs en sciences sociales à Singapour'. (2003).
Expérience proche et expérience distanciée: De la justesse du regard dans la recherche en sciences sociales, dalam 'Réflechir l’Asie du Sud-Est: Essai d’épistémologie'. ( Irasec et les Indes savantes, 2004)
Reorganising Collective Memory and Creating Public Space. Towards a Cultural Transformation in Indonesia. dalam 'Cultural Traditions and Contemporary Challenges in Southeast Asia'. (The Council for Reserach Value and Principle, 2005)
Menuju Orientasi Pendidikan Humanis dan Kritis, dalam 'Menemukan Kembali Kebangsaan'. (Departemen Komunikasi & Informasi RI, 2008)
Artikel
Relevansi Filsafat Di Dalam Ilmu-Ilmu Sosial. (Mitra,1999)
Provokator itu Bernama Impunity. (KOMPAS, 2000)[2]
Sosial Memory dan Syarat Rekonsiliasi. (KOMPAS, 2000)
Demagogue dan Kebencian itu. (KOMPAS, 2000)
Etika Politik dan "Civil Society". (KOMPAS, 2000) [3]
Pembongkaran Agama dan Aspek Destruktifnya. (Basis, 2000)[4]
Demokrasi, Manipulasi dan Kekerasan. (KOMPAS, 2000)
↑"Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-21. Diakses tanggal 2017-01-27.
↑kompas@kompas.com, PT Kompas Media Nusantara,. "Demokrasi dan Krisis Representasi". Kompas.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-02-02. Diakses tanggal 2017-01-27.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
↑"Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-21. Diakses tanggal 2017-01-27.
↑kompas@kompas.com, PT Kompas Media Nusantara,. "Mantra Politik di Balik Skandal". Kompas.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-02-02. Diakses tanggal 2017-01-27.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
↑"Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-21. Diakses tanggal 2017-01-27.
↑"Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-23. Diakses tanggal 2019-08-26.