Fosil P. t. soloensis ditemukan terutama di situs Ngandong, desa Nglebak, Kradenan, Blora. Hanya tujuh fosil yang diketahui, sehingga membuat penelitian terhadap hewan ini menjadi sulit.[2]
Deskripsi
Dari sedikit peninggalan P. t. soloensis yang diketahui, diperkirakan hewan ini berukuran seperti harimau benggala saat ini. Akan tetapi, beberapa spesimen menunjukkan ukuran yang lebih besar daripada ukuran harimau modern lainnya di Indonesia. Heltler dan Volmer (2007) memperkirakan bahwa harimau ngandong jantan dapat mencapai berat potensial hingga 480 kilogram, lebih berat daripada harimau siberia yang merupakan kucing terbesar yang masih ada.[2]