Hari Shimakutuba (bahasa Okinawa: 島言葉ぬ日, translit.Shimakutuba nu fī) adalah hari peringatan yang ditetapkan di Prefektur Okinawa melalui "Peraturan tentang Hari Shimakutuba" (Peraturan Daerah Prefektur Okinawa Nomor 35 tanggal 31 Maret 2006) untuk mendukung "Shimakutuba". Hari ini ditetapkan pada tanggal 18 September sebagai permainan kata, karena, dengan mencampurkan bahasa Okinawa, Jepang, dan singkatan, 九十八 (9-18) dapat dibaca ku-tu-ba.[1]
Di Prefektur Okinawa, hingga tak lama setelah Perang Dunia Kedua, arahan yang kuat diberikan untuk mempromosikan penggunaan bahasa Jepang sehingga bahasa-bahasa setempat mengalami penurunan dan bahasa Jepang Okinawa, ragam bahasa Jepang di Okinawa, menjadi bentuk percakapan sehari-hari yang menonjol. Survei tahun 2013 di prefektur tersebut menunjukkan bahwa hanya 10% penduduk yang menggunakan dialek pulau sebagai cara komunikasi utama mereka. Dalam survei terbaru tahun 2022, angka ini telah menurun menjadi 5%.[1]
Seiring dengan semakin kuatnya gerakan yang berupaya menghidupkan kembali budaya setempat, Hari Shimakutuba ditetapkan pada tahun 2006, dengan tujuan untuk "mewariskan bahasa daerah masing-masing pulau kepada generasi penerus". Hal tersebut merupakan pertama kalinya di Jepang sebuah peraturan daerah disahkan untuk menggiatkan bahasa-bahasa daerah.[1]
Sejak adanya peraturan tersebut, dan dengan diadopsinya "Rencana Penggiatan Shimakutuba"[1] terdapat acara-acara untuk mendukung bahasa-bahasa Ryukyu dan simposium yang diadakan di banyak tempat di seluruh Kepulauan Ryukyu setiap tahun pada tanggal 18 September.[2]