Hanum menjadi jurnalis dan presenter di Trans TV. Ia ikut berangkat ke Eropa ketika suaminya, Rangga Almahendra, seorang dosen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada yang melanjutkan kuliah di sana. Di sana, Hanum bekerja untuk proyek video podcast Executive Academy di WU Vienna selama 2 tahun. Ia juga tercatat sebagai koresponden Detik.com bagi kawasan Eropa dan sekitarnya.[butuh rujukan]
Pada 19 Oktober 2018, Hanum dilaporkan ke Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) atas tuduhan ikut serta dalam menyebarkan kabar hoax pengeroyokanRatna Sarumpaet dengan menyatakan bahwa ia ikut serta dalam memeriksa luka leban Ratna, yang ternyata adalah luka hasil operasi.[5] Tak hanya itu, Hanum juga dicemooh karena sempat membandingkan Ratna dengan Cut Nyak Dien.[6] Namun dalam keterangannya di telewicara salah satu stasiun televisi, Hanum mengakui ia pribadi adalah korban dari kebohongan Ratna Sarumpaet yang saat itu mereka merupakan rekan satu tim sukses salah satu calon presiden.[7]
Di tengah perbincangan kasus tersebut, film Hanum & Rangga yang menceritakan kisah cinta Hanum Rais dan Rangga Almahendra resmi dirilis dan menjadi sorotan publik. Meskipun demikian, jumlah penonton film A Man Called Ahok dapat mengalahkan jumlah penonton film Hanum & Rangga.[8] Hanum Rais menanggapinya dengan menyatakan bahwa pihak film A Man Called Ahok melakukan cara curang dengan cara "borong bookingan seats teater tiket dibeli sendiri tapi tanpa ada penonton" dan menyatakan bahwa pihaknya tak dapat melakukan hal seperti itu karena "tidak memiliki dana untuk melakukan hal tersebut dan mengapa harus membohongi diri sendiri".[9] Namun tuduhan itu ditepis oleh sutradara film A Man Called Ahok yang menegaskan bahwa publik sendirilah yang tertarik untuk menonton film A Man Called Ahok.[10]