Hammad adalah seorang penjual benih. Dia budak dari keluarga Rabi'ah bin Malik dan merupakan anak dari saudara perempuan Humaid Ath-Thawil.
Pandangan Ulama
Ibnu Al-Mubarak berkata, "Ketika masuk Bashrah aku tidak melihat orang yang tingkah lakunya menyerupai dengan orang-orang generasi pertama (para sahabat) kecuali Hammad bin Salamah."[1]
Abdurrahman bin Mahdi berkata, "Hammad bin Salamah mempunyai pendengaran yang baik, ramah saat bertemu, dan orang yang paling mengetahui tentang sejarah nenek moyang manusia. Ia belum pernah mendapat tuduhan bahwa periwayatannya cacat atau menyembunyikan hadits. Ia seorang yang bisa menjaga diri dan mulubrya tidak digunakan untuk menyakiti orang lain. Tidak seorang pun yang menyebutkan bahwa dia mempunyai akhlak buruk, dan keadaan ini sampai dia meninggal."
Ahmad bin Hambal berkata, "Jika Anda menemukan ada orang yang memfitnah dan mencela Hammad, sesungguhnya karena dia adalah orang yang paling keras dalam memerangi ahlul bid'ah."
Namun, Hammad telah dicela karena umumya sudah tua, sehingga hafalannya buruk, dan karena inilah Al-Bukhari tidak menjadikan riwayat dari Hammad sebagai Hujjah.
Ahmad bin Abdillah Al-'Ajali berkata, "Hammad bin Salamah tidak menerangkan kecuali dia telah membaca seratus ayat dari Al-Qur'an dengan melihat mushaf."
Orang-orang yang meriwayatkan dari Hammad bin salamah di antaranya adalah Ibnu |uraij, Ats-Tsauri, Syu',bah, mereka bertiga ini lebih tua dari Hammad bin Salamah. Di antaranya lagi adalah Ibnu Al-Mubarak, Ibnu Mahdi, Al-Qaththan, Abu Dawud, Abu walid Ath-Thayalisyani, Abu Salamah At-Tabudzaki, Adam bin Abi lyyas,Al-Usyaib, Aswad bin Amir Syadzarr, Basyr bin As-sirri, Bahz bin Asad, Sulaiman bin Harb, Abu Nashr At-Tamar, Hudbah bin Khalid, Syaiban bin Furukh, Ubaidilah Al-'Isyi dan yang lain."[1]