Hamamatsu Photonics K.K. (浜松ホトニクス株式会社code: ja is deprecated , Hamamatsu Hotonikusu Kabushiki-gaisha) adalah sebuah perusahaan asal Jepang yang memproduksi sensor optis (termasuk fotometer), sumber cahaya elektrik, dan peralatan optis lain serta instrumen terapannya untuk keperluan penelitian, teknis, dan medis.[2][3]
Perusahaan ini didirikan pada tahun 1953 oleh Heihachiro Horiuchi, mantan murid Kenjiro Takayanagi, yang dikenal sebagai "bapak televisi Jepang".[4]
Hermann Simon, seorang pemikir dan penulis bisnis terkemuka asal Jerman, menyebut Hamamatsu dalam bukunya yang berjudul Hidden Champions of the Twenty-First Century: The Success Strategies of Unknown World Market Leaders sebagai salah satu contoh "juara tersembunyi".[2]
Fotometer buatan Hamamatsu Photonics juga digunakan pada fasilitas detektor neutrinoSuper-Kamiokande di Universitas Tokyo, di mana peraih Hadiah Nobel tahun 2015, Takaaki Kajita mengadakan risetnya. Dengan menggunakan produk Hamamatsu Photonics, "Kajita dapat membuktikan bahwa neutrino memiliki massa -- sebuah pergeseran besar pada pemahaman kita tentang bagaimana dunia ini bekerja," ungkap Tom Baer, chairman Photonics Industry Neuroscience Group dari National Photonics Initiative. "Hadiah Nobel merupakan pencapaian luar biasa bagi Kajita dan Hamamatsu Photonics."[6]
Sensor yang dibuat oleh perusahaan ini juga membantu mengkonfirmasi eksistensi Boson Higgs pada sebuah riset yang akhirnya mendapat Hadiah Nobel Fisika pada tahun 2013.[7]
Referensi
↑"Corporate Profile". Hamamatsu Photonics. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-10. Diakses tanggal February 16, 2015.
↑Resolved Instruments. "DPD80 Infrared Datasheet". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-04-24. Diakses tanggal 23 April 2018. For more information on the photodiode please refer to part number g6854-01 in the hamamatsu datasheet...