Halte yang dibangun pada dekade 1930-an ini hanya memiliki satu jalur kereta api.[3][4] Halte ini dahulunya hanya dilayani oleh KA Pandanaran Semarang, tetapi halte ini diduga dinonaktifkan pada paruh awal dekade 2000-an karena rasionalisasi pemberhentian, tidak ada lagi persilangan maupun persusulan antarkereta api di jalur ini, letaknya yang terpencil, dan okupansi yang minim.
Saat ini bangunan halte ini masih ada dan dijadikan sebagai gudang kayu bakar oleh warga sekitar. Papan namanya yang masih bergaya Perumka/PT KA masih terpampang.[3]
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
12Haryanto, Dwi (Juli 2011). "Jetis-Jambean-Gedangan: Terbengkalai Tak Lagi Beroperasi". Majalah KA Edisi 60: Stasiun Tua Semarang-Solo. Depok, Jawa Barat: PT Ilalang Sakti Komunikasi. hlm.20. ISSN2087-9458.
↑Ikhtisar Lintas dan Emplasemen Jawa. Bandung: Perumka. 1992. hlm.07–074. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)