Guyon Waton (kadang ditulis GuyonWaton) merupakan grup musik Indonesia yang berasal dari Kulon Progo, DI Yogyakarta.[1] Grup ini dibentuk pada tahun 2015 dengan membasiskan diri pada musik Jawa, khususnya dangdut dan pop koplo. Guyon Waton mulai dikenal pasca perilisan singel keduanya "Korban Janji" yang mendapatkan pengakuan luas pada tahun 2018.[2]
Latar belakang
Guyon Waton adalah grup musik yang dibentuk pada tahun 2015. Grup ini berasal dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan awal pembentukannya bertempat di Jangkaran, Temon, Kulon Progo.[3][4][5] Wilayah ini secara geografis adalah wilayah pesisir di bagian barat provinsi dan berbatasan langsung dengan Purworejo, Jawa Tengah. Nama "Guyon Waton" berasal dari bahasa Jawa. Kata "guyon" berarti bercanda atau bercandaan, sedangkan "waton" berarti asal-asalan atau sembarangan. Jika digabungkan, "Guyon Waton" dapat diartikan sebagai "bercandaan asal-asalan" atau "bercandaan yang tidak serius".[6][7][8]
Guyon Waton bermula dari kegiatan informal para anggotanya yang melakukan sesi bermain gitar bersama di sebuah warung bakso.[9][10] Aktivitas tersebut kemudian direkam dan diunggah ke platform media sosial Instagram. Pada saat itu, Instagram memiliki batasan durasi unggah video, yaitu maksimal 15 detik. Video tersebut mendapatkan atensi dari warganet, dan salah satu di antaranya merekomendasikan pembuatan saluran YouTube untuk mengakomodasi unggahan video dengan durasi yang lebih panjang. Saran tersebut mendorong grup musik tersebut untuk memperluas jangkauan karyanya melalui platform digital YouTube.[10][11][12]
Anggota
Anggota utama
Faisal Bagus Ibrahim – Vokal
Ahmad Arifin – Gitar
Hieronimos Ferry Widiyatmoko – Gitar
Ndika Rismaya Pelma Arga – Ukulele
Andreas Wahyu Susilo Jati – Ketipung
Yuli Hamdani – Bass
Anggota tambahan
Boris Sirait – Biola
Nikko Yuvi Ade Saputra – Drum
Abednego Johan – Kibor
Andrew Saputra – Vokal latar
Gaya musik dan kepenulisan lagu
Guyon Waton mengusung gaya musik pop Jawa yang mengintegrasikan unsur dangdut, koplo, akustik dan folk. Komposisi musikal grup ini umumnya menampilkan melodi sederhana dengan dominasi instrumen gitar akustik sebagai salah satu elemen utama aransemen. Dalam beberapa karya, Guyon Waton juga menyertakan instrumen seperti ketipung, bass, dan biola.[12][13][14] Dalam komposisi musik mereka, grup ini seringkali disebut "mini-orkestra".
Dalam gaya kepenulisan lagu, Guyon Waton menggunakan bahasa Jawa ragam ngoko yang seringkali dikombinasikan dengan bahasa Indonesia. Lirik-liriknya secara tematik berfokus pada kehidupan sehari-hari, termasuk subjek romansa, pengalaman putus cinta, dan berbagai isu personal. Liriknya seringkali menggunakan diksi yang lugas, yang merefleksikan percakapan sehari-hari.
Grup ini juga dikenal atas kolaborasi dalam kepenulisan lagu dengan sejumlah musisi, seperti Andry Priyanta. Beberapa lagu yang merupakan hasil kolaborasi kepenulisan dengan Andry meliputi "Ora Masalah", "Korban Janji", "Menepi", dan "Perlahan".[15][16] Selain itu, Guyon Waton pernah merilis singel kolaboratif bersama Denny Caknan yang berjudul "Widodari" di 2022 dan "Sanes" di 2023.[17][18] Awal kemunculan grup ini dianggap sebagai salah satu faktor pemicu kesuksesan musik pop koplo, yang kemudian bersama dengan karya-karya musisi lain seperti Denny Caknan, Happy Asmara, Ndarboy Genk, dan Hendra Kumbara, secara kolektif mendapatkan predikat "Musik Ambyar" dan menjadi fenomena budaya.