Pangkat terakhirnya adalah MayorKav., tetapi karena gugur dalam tugas, maka diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Letkol.Kav. (Anumerta).
GA Manullang diangkat sebagai komandan pertama Yonkav 7 Panser/Caduad berdasarkan SK Menpangad No. Skep/911/VII/1962, tanggal, 9 Juli 1962 tepat pukul 10:00 WIB. Pangkat ketika itu Mayor Kavaleri Bertempat di lapangan Tegal Lega, Bandung. Saat itu, penyerahan tongkat kepemimpinan diserahkan langsung oleh Menteri Panglima ABRI (Menpangad), Jenderal TNI AnumertaAhmad Yani.[3]
Bermodalkan 50 unit panser buatan Inggris macam Ferret Scout Car, Saladin dan Saracen, Batalyon baru ini menumpang bermarkas di Rinkavnis (Resimen Induk Kavaleri Mekanis) di Purbaya, Padalarang, Bandung. Sebenarnya batalyon ini merupakan hasil peleburan Batalyon Kridha Yudha Turangga I dan Batalyon Kridha Yudha Turangga II.
Kehidupan Pribadi
Letkol Kav (Anumerta) G.A. Manullang memiliki isteri bernama Ny. Fernanda Paulina Ninnin boru Lumban Tobing dan memiliki 2 orang anak. Anak pertama bernama Augusta Monalina Srimatiti boru Manullang dan Patuan Mangaraja Gustaf Mangapul Manullang. Ninnin, istri Gustav, ini adalah anak dari Pahlawan Nasional dr. Ferdinand Lumban Tobing, Gubernur Sumatra Timur dan juga menteri pada era pemerintahan Bung Karno. Setelah sang suami meninggal, Ninnin bersama anak-anaknya rutin mengunjungi makam sang suami minimal sekali setahun di Makam Pahlawan Kalibata saat jelang Hari Paskah.
Meninggal Dunia
Gustav gugur saat memimpin pasukan kemanusiaan di Kongo. Ia tertembak dan meninggal dunia di Kongo pada 1963.
Jabatan Militer
Ajudan Menteri Koprdinator Hankam/KSAD Jenderal TNI A.H Nasution (1962)