Biografi
Ia belajar di Akademi Seni Rupa Kerajaan di Antwerp, dan pada tahun 1826 di Paris. Gerakan romantis dengan ide-ide baru tentang seni dan politik saat itu sedang ramai di Prancis. Wappers adalah seniman pertama Belgia yang mengambil keuntungan dari keadaan itu, dan lukisan pertamanya, "Pengabdian Wali Kota Leiden," muncul pada saat yang tepat dan sukses besar di Salon Brussel pada tahun 1830, tahun terjadinya Revolusi Belgia. Selain politis, karya yang luar biasa itu menjadi titik revolusi arah pelukis-pelukis Vlaming.
Wappers diundang ke sidang akademis di Brussel dan hasilnya disukai. Pada tahun 1832 kota Antwerp mengangkatnya sebagai guru besar bidang lukis.[3]
Ia memamerkan mahakaryanya, "Episode Revolusi Belgia 1830" atau lebih tepatnya "Episode Hari-Hari September 1830 di Istana Besar Brussel", (Museum Seni Kuno, Brussel) di Salon Antwerp pada tahun 1834. Ia kemudian diangkat menjadi pelukis untuk Léopold, Raja Belgia. Setelah Matthieu-Ignace Van Brée meninggal tahun 1839, ia diangkat menjadi Direktur Akademi Antwerp. Sebagai seorang pengajar di Akademi Antwerp, ia melatih banyak murid, termasuk Ford Madox Brown, Lawrence Alma-Tadema, William Duffield, Emil Hünten, pelukis sejarah Ceko Karel Javůrek, Jaroslav Cermak, Ludwig von Hagn, Josephus Laurentius Dyckmans, Eugene van Maldeghem, Ferdinand Pauwels, dan Jacob Jacobs.
Karyanya banyak. Beberapa dari karyanya menggambarkan subjek pengabdian religius tradisional ("Pemakaman Kristus"), sementara yang lainnya menggambarkan pandangan sejarah Romantis: "Charles I membawa pergi anak-anaknya", "Charles IX", "Camoens", "Peter yang Agung di Saardam", dan "Boccaccio di Pengadilan Joanna di Napoli".
Louis Philippe memberinya suatu tugas untuk melukis sebuah lukisan besar untuk galeri di Versailles, "Pertahanan Rhodes oleh Kesatria-Kesatria dari St. John di Yerusalem". Ia menyelesaikan karya itu pada tahun 1844, pada tahun yang sama ia menerima gelar baron dari Raja Belgia Léopold I. Setelah pensiun dari jabatan Direktur Akademi Antwerp, pada tahun 1853 ia menetap di Paris, tempat ia menghembuskan napas terakhir pada tahun 1873.