↑Awakening of two old volcanoes in Luzon, Philippine Islands. v. 6. Bulletin of the Seismological Society of America. December 1916. hlm.236–240.
↑"Isarog". www.volcanodiscovery.com. Diakses tanggal January 5, 2021.
↑"Peakbagger". Peakbagger. Diakses tanggal 2024-12-22.
Tanah genting yang luas (broad isthmus) antara Teluk Lagonoy dan Teluk San Miguel ditempati oleh gunung berapi Isarog yang letaknya terisolasi. Gunung berapi ini memiliki kawah selebar 2.500 meter (8.202 kaki) yang terbelah ke timur di sepanjang lembah sempit yang dialiri oleh Sungai Rangas. Endapan longsoran puing besar memanjang ke barat laut hingga pantai dan masuk ke Teluk San Miguel.[1][2][3]
Puncak gunung ini menandai titik pertemuan perbatasan enam munisipalitas dan satu kota (dituliskan searah jarum jam, dimulai dari utara): Goa, Tigaon, Ocampo, Pili, Kota Naga, Tinambac, dan Calabanga. Gunung Berapi Isarog adalah tempat pasukan lokal Angkatan Darat Filipina dan unit Konstabulari serta gerilyawan Bicolano bersembunyi selama Pendudukan Jepang. Pada tahun 1970-an, di bawah kepemimpinan Romulo Jallores dan saudaranya, mereka mendirikan Tentara Rakyat Baru di wilayah Bicol di kaki gunung ini.[4]
Geologi
Gunung berapi Isarog diperkirakan terbentuk selama kala Pleistosen, sebagaimana yang diukur melalui penanggalan K-Ar atas sampel lava dari analisis edifis (struktur bangunan gunung berapi), yang menunjukkan usia 0,16±0,12 Jt (Ma).[5] Komposisi magmatik gunung berapi Isarog terutama bersifat andesitik, dengan komponen minor dasitik.[6]
Gunung berapi Isarog tercatat telah aktif sejak Pleistosen Akhir. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, gunung ini meletus, menghasilkan arus padatn piroklastik (pyroclastic density currents, PDC).[1] Pada kala Holosen, keruntuhan sektor besar pada sisi barat lautnya menghasilkan longsoran puing (debris avalanche) Tinambac, yang memanjang hingga Teluk San Miguel dan membentuk bentang alam berbukit-bukit (hummocky terrain) melintasi Calabanga, Tinambac, dan Goa di Camarines Selatan.[1][3]
Laporan aktivitas tidak biasa
Pada 8 November 1915, gempa bumi sering dirasakan di dan sekitar Gunung Berapi Isarog, disertai beberapa suara sesekali. Tanah longsor terjadi di lereng gunung berapi Isarog. Rangkaian gempa (seismic swarm) tersebut terulang 2 atau 3 kali pada interval yang lama hingga 10 Januari 1916. Gunung berapi tersebut berhutan lebat, bahkan di dalam kawahnya, dan tidak ada yang mengamati adanya fumarol.[7][8]