Gunung Hamiguitan adalah sebuah gunung yang terletak di provinsi Davao Oriental, Filipina. Gunung ini memiliki tinggi 1.620 m. Gunung beserta lingkungan sekitarnya merupakan salah satu populasi makhluk hidup liar paling beragam di Filipina. Flora dan fauna yang dapat ditemukan di daerah tersebut diantaranya elang filipina dan beberapa jenis Nepenthes, seperti Nepenthes peltata yang endemis di daerah ini.[2] Gunung ini memiliki area hutan lindung dengan luas sekitar 2.000 hektar. Hutan ini terkenal karena merupakan hutan kerdil yang unik dengan pohon-pohon berusia ratusan tahun yang tumbuh di atas tanah ultrabasa, dengan banyak spesies flora dan fauna yang terancam punah.[3][4]
Area Pegunungan Hamiguitan seluas 6.834 hektar, dideklarasikan sebagai taman nasional dan suaka margasatwa pada tahun 2003.[5] Pada bulan Juni 2014, taman nasional ini dimasukkan ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.[4]
Daftar merahInternational Union for Conservation of Nature (IUCN) telah mengidentifikasi setidaknya 11 spesies vertebrata yang terancam punah. Dewan Pertanian, Kehutanan dan Sumber Daya Alam dan Pembangunan Filipina melaporkan bahwa gunung ini dihuni oleh lima spesies yang terancam punah, 27 spesies langka, 44 spesies endemik dan 59 spesies bernilai ekonomi. Beberapa tumbuhan yang biasa ditemukan di Gunung Hamiguitan diantaranya elang filipina, tarsius filipina, rusa coklat filipina, dan musang luwak.[4]
1234McPherson, S.R. 2009. Pitcher Plants of the Old World. 2 volumes. Redfern Natural History Productions, Poole.
↑Gronemeyer, T., A. Wistuba, V. Heinrich, S. McPherson, F. Mey & A. Amoroso 2010. Nepenthes hamiguitanensis (Nepenthaceae), a new pitcher plant species from Mindanao Island, Philippines. In: S.R. McPherson Carnivorous Plants and their Habitats. Redfern Natural History Productions Ltd., Poole. pp. 1296–1305.
Bacaan lebih lanjut
Amoroso, V.B. & R.A. Aspiras 2011. Hamiguitan Range: a sanctuary for native flora. Saudi Journal of Biological Sciences18(1): 7–15. doi:10.1016/j.sjbs.2010.07.003