Gunung Gahinga adalah gunung berapi yang sudah tidak aktif/ punah di Pegunungan Virunga di perbatasan Rwanda-Uganda. Gahinga terletak di antara Muhabura dan Sabyinyo, tetapi merupakan gunung terkecil dari ketiga gunung berapi ini. Gunung Gahinga, yang juga dikenal dalam dialek lokal Kinyarwanda/Rufumbira sebagai "tumpukan batu kecil", memiliki kaldera berawa di puncaknya. Kaldera ini diyakini memiliki lebar sekitar 180m (591ft).[2]Taman Nasional Gorila Mgahinga mendapatkan namanya dari gunung berapi ini. Gunung Gahinga, yang tingginya 3.473m (11.394ft), adalah bagian dari rangkaian delapan gunung vulkanik di Pegunungan Mufumbiro. Rangkaian gunung berapi ini membentang di Uganda, Rwanda, dan Republik Demokratik Kongo.
Vegetasi di seluruh gunung dapat digambarkan sebagai afro-montana dengan bambu sebagai vegetasi utama. Seperti Gunung Muhabura dan Gunung Sabyinyo, hutan bambu di Gunung Gahinga merupakan habitat dari gorila gunung yang terancam punah. Ada beberapa spesies hewan dan burung lain yang menjadi bagian dari ekosistem Gunung Gahinga. Monyet emas merupakan salah satu yang terkenal.